PJJ di Palangka Raya Diperpanjang Imbas Asap Karhutla

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 17:28 WIB
Kabut asap akibat karhutla masih menghantui kota Palangka Raya, Kalteng. PJJ di kota itu pun diperpanjang lagi untuk kedelapan kali.
Ilustrasi. Foto udara kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Imbasnya pembelajaran jarak jauh (PJJ) di ibu kota provinsi Kalteng tu pun diperpanjang lagi untuk kedelapan kali.

Terbaru, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang PJJ hingga 7 Oktober 2026. Kebijakan ini menjadi perpanjangan kedelapan sejak PJJ pertama kali diterapkan karena buruknya kondisi udara imbas asap karhutla pada awal September lalu. Warga--terutama orang tua/wali murid--berharap kualitas udara membaik sehingga aktivitas sekolah buah hati mereka kembali normal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan keputusan PJJ dievaluasi setiap tiga hari dengan melihat perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penetapan PJJ dilakukan setiap tiga hari dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan ketebalan kabut asap. Keputusan perpanjangan disampaikan sebelum masa PJJ sebelumnya berakhir," kata Jayani, Selasa (6/10) dikutip dari detikKalimantan.

PJJ pertama diberlakukan pada 7-9 September 2026.

Kebijakan tersebut kemudian kembali diperpanjang pada 14-16 September, 17-19 September, 21-23 September, 24-26 September, 28-30 September, 1-3 Oktober, hingga 5-7 Oktober 2026.

"Kebijakan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Palangka Raya," kata Jayani.

Dia menegaskan pemerintah kota menempatkan kesehatan dan keselamatan peserta didik sebagai pertimbangan utama. Aktivitas belajar tatap muka dinilai belum ideal selama kualitas udara dan ketebalan kabut asap masih berisiko bagi anak-anak.

"Namun, PJJ yang berlangsung berulang kali juga mulai menghadirkan tantangan bagi keluarga. Orang tua harus kembali menyediakan waktu untuk mendampingi anak belajar, sedangkan sebagian siswa menghadapi kendala jaringan internet maupun keterbatasan perangkat," kata Jayani.

Disdik Palangka Raya meminta orang tua tetap mendampingi anak selama PJJ dengan mengatur waktu belajar secara teratur. Aktivitas di luar rumah juga diminta dibatasi ketika kualitas udara kembali memburuk.

Kebutuhan makanan bergizi dan air minum anak juga perlu diperhatikan. Jika muncul keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, sekolah diingatkan agar tidak memberikan beban tugas secara berlebihan. Materi pembelajaran tetap harus disampaikan secara proporsional dengan komunikasi aktif antara guru dan orang tua.

"Harapannya kondisi udara segera membaik, sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal. Yang paling penting kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama," kata Jayani.

Kini, setelah hampir sebulan aktivitas belajar tatap muka terganggu, para siswa masih harus menunggu. Kepastian kembali ke ruang kelas bukan lagi ditentukan oleh kalender sekolah, melainkan oleh seberapa cepat kabut asap Palangka Raya benar-benar menghilang.

Salah satu orang tua murid SD di Palangka Raya, Ika Rustanti, mengaku dirinya tetap mendukung kebijakan tersebut karena risiko paparan asap dinilai lebih mengkhawatirkan.

Meski begitu, ia mengakui anak mulai merasa jenuh karena terlalu lama belajar dari rumah. Kesempatan untuk bermain dan berinteraksi langsung dengan teman-teman juga menjadi terbatas.

"Saya berharap karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali normal. Anak-anak pun diharapkan bisa kembali belajar di sekolah, bermain, dan berinteraksi dengan teman dalam kondisi yang aman dan nyaman," ujarnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)
placeholder