Polrestabes Surabaya menduga kuat ledakan dahsyat yang menghancurkan Depot Nasi Tempong Sri Dewi di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, berasal dari kebocoran tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyatakan, dugaan awal tersebut didapat usai tim Penjinak Bom melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari akibat kebocoran gas tersebut," kata Luthfie di lokasi kejadian, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan temuan di lokasi, kata Luthfie, terdapat tiga buah tabung LPG 50 kilogram yang terdiri dari dua tabung berwarna oranye dan satu putih. Polisi memastikan ketiga tabung gas tersebut tidak meledak, melainkan mengalami kebocoran yang diduga berasal dari bagian pipa.
"Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," ujarnya.
"Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya," tambahnya.
Tim Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur juga telah menyisir lokasi dan memastikan tidak ada unsur bahan peledak atau bom dalam insiden ini.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menjelaskan, berdasarkan temuan awal, peristiwa itu murni efek ledakan gas.
"Karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpemicu itu akan meledak," kata Dyan.
Berdasarkan data terkini, sebanyak lima orang yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan dilaporkan terluka dan kini dirawat di Rumah Sakit Haji.
(frd/gil)
