Polisi masih mendalami penyebab dan pemicu bentrokan antara warga dan pekerja asing yang terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dugaan sementara, kericuhan berawal dari aksi unjuk rasa yang kemudian berujung chaos.
Kasi Humas Polres Morowali Ipda Yunus mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut. Pihaknya belum dapat memastikan penyebab awal bentrokan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Intinya kalau saya lihat informasi itu hari Jumat, tanggal 2 Oktober. Karena adanya unjuk rasa. Belum tahu penyebab pastinya," kata Yunus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga : |
Yunus mengatakan bahwa kejadian itu bermula adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan warga di area operasional PT Astima Konstruksi (Askon) pada Jumat (2/10). Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya miskomunikasi yang memicu situasi menjadi tidak terkendali.
"Kalau sekilas kita dengar itu adanya unras, kemudian mungkin ada miskomunikasi sehingga itu terjadi chaos di situ. Tapi untuk kepastiannya, kita masih kumpulkan data," ungkapnya.
Saat ini, kata Yunus sejumlah anggota Reskrim masih melakukan pemeriksaan dan pengumpulan informasi terkait bentrokan tersebut.
"Proses pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat," ujarnya.
Dia menegaskan Polres Morowali belum ingin menyampaikan kesimpulan sebelum seluruh informasi yang diperoleh dinyatakan valid.
"Jangan sampai ada informasi yang tidak fix kemudian kita share. Kita kumpul dulu semua, baru saya konfirmasi ke kapolres," katanya.
Yunus mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah terkait penanganan dan pemeriksaan kasus tersebut.
"Kalau sudah fixed datanya, saya koordinasi ke pihak Polres, baru nanti saya informasikan kembali ke media," katanya.

