Aksi penyerangan antar kelompok geng motor terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Satu orang tewas dan seorang lainnya mengalami luka berat setelah menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.
"Iya benar, penyerangan tadi subuh, ada dua korban. Satu meninggal dan satu luka-luka," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jaffar Ahmad kepada CNNIndonesia.com, Minggu (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban tewas bernama Muh. Akmal Makmur (24) ditemukan meninggal dunia di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kelurahan SUdiang, Kecamatan Biringkanaya sekitar pukul 03.35 WITA. Sementara itu, korban lainnya, Muh. Farel SM (16), mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Farel masih menjalani perawatan intensif di RS dr. Tadjuddin Chalid.
"Korban mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang. Selain itu terdapat anak panah busur yang masih tertancap di bagian kepala," ungkapnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WITA ketika kelompok korban sedang berkumpul di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya. Saat itu, datang kelompok lain menggunakan sekitar 12 sepeda motor dengan membawa senjata tajam berupa parang dan anak busur.
"Kemudian kelompok korban kemudian melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut hingga ke arah Kabupaten Maros," jelasnya.
Namun, saat tiba di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, tepat di depan salah satu minimarket, sepeda motor yang ditumpangi Arif bersama Nizar dan Akmal mengalami kecelakaan setelah bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai Angga bersama Farel.
Kelompok yang diduga berasal dari arah Maros kemudian berbalik setelah melihat kecelakaan tersebut. Mereka diduga menyerang kelompok korban menggunakan parang dan busur.
"Akmal dan Farel yang berada dalam kondisi pascakecelakaan tidak sempat menyelamatkan diri. Keduanya kemudian menjadi sasaran penganiayaan secara bersama-sama. Akmal meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Farel mengalami luka berat," ungkapnya.
Jenazah Akmal kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara sekitar pukul 05.08 WITA untuk menjalani pemeriksaan forensik berupa visum et repertum dan autopsi.
Pada waktu yang hampir bersamaan, aksi terkait geng motor juga terjadi di Jalan Sungai Saddang Baru, Makassar. Dua sepeda motor dibakar setelah ditinggalkan pemiliknya.
"Berdasarkan keterangan warga, sekitar 20 sepeda motor yang diduga merupakan kelompok geng motor melintas dari arah timur sekitar pukul 05.00 WITA," katanya.
Saat melintas di kawasan Inspeksi Kanal atau Lorong Lonner, Kelurahan Barabaraya Selatan, Kecamatan Makassar, kelompok tersebut diduga dihadang sekelompok pemuda.
Warga menyebut kelompok pemuda tersebut menyerang menggunakan petasan dan busur hingga sejumlah pengendara geng motor terjatuh. Para pengendara kemudian meninggalkan sepeda motornya. Dua unit sepeda motor yang tertinggal di lokasi kemudian dibakar.
"Dua unit sepeda motor yang tertinggal langsung dibakar oleh kelompok tersebut," ujarnya.
Sekitar pukul 06.20 WITA, dua bangkai sepeda motor yang terbakar dievakuasi ke Mapolsek Makassar.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan yang menyebabkan satu orang tewas serta aksi pembakaran dua sepeda motor tersebut.

