Mendagri dan Menteri PKP Lepas 125 Truk Program Gentengisasi Prabowo

Kemendagri | CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 22:04 WIB
BNR Kemendagri
Foto: Arsip Kemendagri
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 125 truk yang mengangkut 500 ribu keping genteng untuk mendukung Program Gentengisasi yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pelepasan ratusan truk tersebut ditandai dengan pemecahan kendi dan pengibaran bendera Merah Putih di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/10/2026).

Tito mengatakan Program Gentengisasi bertujuan mendorong masyarakat menggunakan genteng sekaligus menggerakkan industri genteng dalam negeri. Berdasarkan data yang dimilikinya, baru sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang menggunakan genteng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, rumah lainnya masih menggunakan material penutup atap seperti seng dan asbes.

"Jadi gini, saya dengan Pak Ara Sirait datang ke sini, ini atas perintah Presiden Bapak Prabowo untuk gentengisasi," ujar Mendagri.

Menurut Tito, genteng memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi kenyamanan. Material tersebut dinilai mampu menahan panas serta tidak menimbulkan suara bising saat hujan turun.

Penggunaan genteng juga dinilai sejalan dengan gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang kerap disampaikan Presiden Prabowo. Selain itu, genteng tanah liat dianggap menjadi bagian dari karakter arsitektur Indonesia yang telah berkembang sejak lama.

"Bapak Presiden ingin agar rumah ini bagusnya dikasih genteng. Tahu enggak kenapa? Satu, adem. Bener nih, adem. Karena genteng tahan panas, tengah-tengahnya ada aliran udara dibanding seng," katanya.

Tito mengatakan Program Gentengisasi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap produk genteng, khususnya dari daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi.

Jawa Barat, kata dia, merupakan salah satu sentra produksi genteng terbesar. Sekitar 87 persen rumah di provinsi tersebut disebut telah menggunakan genteng.

"Jadi, khusus Jawa Barat, banjirin Jawa Barat yang masih 13 persen belum menggunakan genteng. Banjirin lagi daerah-daerah sekitarnya, di Sumatera dan lain. Banjirin dari Purwakarta, nyebrang kirim genteng ke sana," ungkapnya.

Menurut Tito, peningkatan permintaan genteng dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan produsen dan penjual genteng, tetapi juga sektor transportasi yang terlibat dalam distribusi produk.

Program tersebut juga mendapat dukungan melalui kebijakan Menteri PKP yang mendorong para pengembang menggunakan genteng tanah liat pada rumah subsidi, rumah bantuan, maupun program bedah rumah.

Tito berharap Program Gentengisasi dapat menghidupkan kembali sentra-sentra produksi genteng di berbagai daerah, termasuk Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta.

"Terima kasih kepada Bapak Ara Sirait yang sudah 'memaksa-maksa' developer untuk beli genteng. Dan terima kasih kepada Pak Prabowo yang punya ide dan perintahkan kita semua untuk membuat program ini," pungkasnya.

Sebanyak 125 truk yang dilepas dalam kegiatan tersebut mengangkut genteng yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) ke sejumlah daerah di Jawa Barat.

Genteng-genteng tersebut juga diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Produk itu selanjutnya akan digunakan untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Bupati Majalengka Eman Suherman, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

(ory/ory)
placeholder