Pramono Ajukan Empat Ranperda, Termasuk Perluasan Layanan Tj ke Udara

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 12:34 WIB
Gubernur DKI sampaikan empat ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD kemarin, salah satunya terkait penguatan BUMD--PAM Jaya, Bank DKI, dan Transjakata.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Dok. Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ajukan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk bentuk dana cadangan daerah serta menguatkan kelembagaan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rancangan ini ia sampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (1/10). Pada kesempatan itu, Pramono juga mengungkap rencana memperluas layanan Transjakarta ke transportasi laut dan udara.

"Dalam rangka memberikan kepastian terhadap kelangsungan pembiayaan kreatif tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menyiapkan dana cadangan," ujar Pramono dikutip dari siaran pada saluran Youtube DPRD DKI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengatakan transportasi udara itu bisa meliputi layanan helikopter maupun moda transportasi udara lainnya.

Transportasi udara di sejumlah kota besar dunia menurut Pramono sudah mulai diatur. Ia mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke New York, Amerika Serikat.

"Untuk Transjakarta, kenapa kemudian ada hal yang berkaitan dengan udara, karena bagaimanapun, dalam jangka panjang, pasti, cepat atau lambat, Jakarta sebagai kota metropolitan akan ada pengaturan transportasi udara," kata Pramono.

Untuk itu Pemprov DKI menyiapkan aturan dan perizinan sejak awal. Persiapan ini, kata Pramono, dilakukan karena adanya kebutuhan investasi besar untuk pembangunan infrastruktur dengan pelaksanaan jangka panjang.

Ia melihat perlunya optimalisasi kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekaligus adanya pengelolaan pembiayaan kreatif yang terencana.

"Dana cadangan daerah direncanakan sebesar 5.6 triliun rupiah dan dialokasikan secara bertahap," ungkapnya.

Dana ini akan bersumber dari surplus APBD dan atau penyisihan penerimaan daerah. Ketika belum digunakan, dana ini juga akan ditempatkan pada instrumen investasi.

Berikutnya, Pramono juga ungkap rencana penguatan BUMD di sejumlah sektor.

Di sektor air minum, Pramono ajukan perubahan bentuk hukum Perumda Air Minum Jaya menjadi PT Air Minum Jaya (Perseroda).

"Pengembangan pelayanan air minum di Jakarta melalui peningkatan modal dasar Pamjaya dari sebelumnya sebesar Rp5,4 triliun menjadi Rp19,2 triliun dengan modal disetor sebesar Rp4,8 triliun," jelas Pramono.

Dengan kepastian hukum dan ruang permodalan ini, Pramono berharap dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah dan mendukung upaya mengatasi penurunan permukaan tanah di Jakarta.

Selanjutnya, Gubernur Jakarta ini juga mengajukan penyesuaian Bank DKI menjadi PT Bank Jakarta (Perseroda).

Perubahan ini, harapnya, dapat memperluas kapasitas usaha serta meningkatkan penyaluran kredit dan pengembangan bisnis inti.

"Dalam rangka memperkuat kapasitas permodalan dan mendukung pengembangan usaha modal dasar Bank Jakarta akan ditingkatkan dari sebelumnya sebesar Rp11,5 triliun menjadi Rp26 triliun dengan modal disetor sebesar Rp6.578 triliun," ungkap Pramono.

Tak hanya sektor air minum dan bank, Pramono juga incar perluasan usaha Transportasi Jakarta atau Transjakarta.

"Oleh karenanya ditingkatkan dari sebelumnya sebesar Rp5.225 triliun menjadi Rp13.4 triliun dengan modal disetor sebesar 3.351 triliun," katanya.

Kenaikan modal ini ditujukan untuk memberikan ruang mengembangkan layanan Transjakarta. Pengembangan ini meliputi penyediaan layanan terintegrasi yang mencakup angkutan perairan dan udara, serta perluasan usaha Transjakarta.

"Sejalan dengan itu, wilayah usaha PT Transportasi Jakarta diperluas hingga skala nasional dan internasional guna membuka replikasi pengalaman dan sistem transportasi yang telah dibangun di Jakarta sehingga memberikan manfaat yang lebih luas," sebut Pramono.

(mou/kid)
placeholder