Teriak Warga Palembang Masih Dikepung Asap Pekat Karhutla

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 19:00 WIB
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Lintas Timur (jalintim) Palembang-Indralaya yang tertutup kabut asap di Desa Muara Baru, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat (25/9/2026). Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada
Karhutla masih kepung wilayah Sumsel. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan memberikan kesaksian terkait pekatnya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya.

"Kalau pantauan saya sore ini asap masih pekat," ujar Berto melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/9).

Berto menyebut kondisi asap di sore hari ini sudah tidak sepekat ketika pagi hari. Ia pun membagikan tangkapan layarnya pada laman IQAir. Tangkapan layar ini memperlihatkan laporan kualitas udara di Palembang berdasarkan pantauan IQAir pada Rabu (30/9) pukul 05.00.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tertulis bahwa polutan utama PM2.5 saat itu mencapai 532 µg/m³. Angka ini berada jauh dari nilai panduan PM2.5 tahunan World Health Organization (WHO).

Lebih lanjut, Berto sebut beberapa hari sebelumnya asap pekat tidak kunjung membaik walau malam hari telah tiba.

"Saat malam hari pekat, 2 hari ini," tulisnya.

Asap yang pekat ini menurutnya tidak begitu mengganggu kondisi jarak padang di darat. Namun, dampak asap justru terasa di perairan dan bandara.

"Kalau jarak pandang enggak begitu terganggu, tetapi kalo di perairan sungai jarak pandangnya agak terbatas dan bandara mbak," sambungnya.

Dalam foto kondisi terkini yang dibagikan Berto, terlihat asap tebal yang menutupi pemandangan bandara. Jalan, menara, dan pohon yang ada di arah kamera bahkan hampir tidak terlihat sama sekali karena tertutup asap.

Berto mengungkapkan asap ini juga telah berdampak pada kesehatannya.

"Kalau asap ini sangat mempengaruhi kesehatan, saya ini juga baru satu mingguan sembuh dari batuk," jelasnya.

Berto bercerita titik api terpantau berada di dekat pemukimannya, lebih tepatnya di daerah Jakabaring, dua hari lalu. Kendati demikian, karhutla masih melanda daerah-daerah di pinggiran Palembang.

"Tapi di daerah lain itu banyak titik api di pinggiran Palembang seperti Kecamatan Sematang Borang, Talang Jambe, Talang Kelapa," katanya.

Hingga kini, warga Kecamatan Plaju ini belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Soal pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar pun keputusannya diberikan kembali ke kepala sekolah.

"Untuk sekolah juga imbauannya diserahkan kembali ke kepala sekolah mau pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah tatap muka," tulis Berto.

Wilayah Sumatera Selatan masih dilanda kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data dari Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (29/9), masih tercatat total 2.356 titik panas dan 89 titik api di Sumatera Selatan.

(mou/dal)
placeholder