Kematian pria bernama Sutrimo, sosok yang disebut mantan pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah, dinyatakan disebabkan karena penyakit jantung iskemik.
Hal ini berdasarkan hasil ekshumasi yang dilakukan tim dokter forensik terhadap jenazah Sutrimo.
"Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik," kata Ketua Tim Ekshumasi, Ahmad Yudianto dalam konferensi pers, Rabu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yudianto juga membeberkan terkait busa warna putih yang keluar dari mulut Sutrimo saat ditemukan tak sadarkan diri itu berkaitan dengan edema paru akut.
"Sedangkan busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena menyebutkannya edema paru akut, itu bisa disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar, sehingga seperti dikocok sehingga keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut," tutur dia.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah menyatakan belum ditemukan ada unsur tindak pidana dalam kasus kematian Sutrimo.
Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Anom Danujaya mengatakan hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, hasil ekshumasi hingga hasil puslabfor Polri.
"Berdasarkan fakta-fakta yg telah dikumpulkan dan analis
Penyidik berkesimpulan belum ditemukan yang menunjukkan tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya saudara Sutrimo," kata Anom dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).
Diketahui, pria bernama Sutrimo meninggal dunia pada Kamis (23/7) lalu. Sutrimo ditemukan dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
