Wamendagri Tekankan Ketahanan Energi Menuju Negara Maju di Sesko AU

Kemendagri | CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 13:06 WIB
Kemendagri
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dalam Studium Generale Perwira Siswa Sesko AU Angkatan 65 di Gedung Widya Mandala I, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (30/9). (Foto: Arsip Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya kemandirian dan ketahanan energi bagi Indonesia. Langkah ini dinilai strategis dalam mewujudkan target menjadi negara maju dalam 20 tahun mendatang.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum di Gedung Widya Mandala I, Sesko AU, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (30/9). Acara ini diikuti para Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sesko AU) Angkatan 65.

Bima menyebutkan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase strategis untuk menentukan arah pembangunan ke depan. Sejumlah lembaga internasional bahkan memproyeksikan Indonesia berpotensi menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, peluang besar tersebut harus diikuti oleh kemampuan bangsa dalam membangun kemandirian di berbagai lini. Ketergantungan pada sektor tertentu, termasuk energi, dapat memengaruhi ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

"Tidak ada negara yang bisa meloncat dari negara menengah ke maju tanpa membangun kemandirian negara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).

Ia melanjutkan, ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi sebatas konflik konvensional. Bentuk ancaman telah berkembang luas ke ranah siber, informasi, hingga sektor energi.

Bima menilai sektor energi kini menjadi fondasi utama bagi berbagai aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Kebutuhan ini mencakup pelayanan publik, industri, transportasi, fasilitas kesehatan, sistem pertahanan, serta infrastruktur digital.

Oleh karena itu, ketahanan energi nasional perlu dipersiapkan secara matang dan komprehensif. Upaya ini melibatkan ketersediaan energi baru terbarukan, kemampuan teknologi, serta kesiapan masyarakat menghadapi perubahan.

Dalam proses tersebut, pemerintah daerah memegang peranan yang sangat penting. Setiap daerah diminta mengidentifikasi potensi energi, kapasitas fiskal, sumber daya manusia, infrastruktur, dan sumber daya alam.

"Daerah ini penting. Mereka ini sekarang adalah frontliners, ada di garis depan untuk ketahanan energi," tegas dia.

Pemerintah sendiri saat ini tengah mendorong tiga strategi utama untuk memperkuat ketahanan energi. Strategi tersebut meliputi percepatan transisi energi baru terbarukan, penguatan cadangan dan diversifikasi energi, serta efisiensi konsumsi melalui elektrifikasi.

Menurut Bima, salah satu contoh penerapan inovasi ini terlihat dari pengolahan sampah menjadi energi listrik di Bogor. Wilayah tersebut menghasilkan sekitar 4.000 ton sampah per hari yang sebagian dapat diolah menjadi energi listrik.

Langkah ini menjadi terobosan ganda untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menyediakan sumber energi baru. Pemerintah menargetkan volume penumpukan sampah dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para Perwira Siswa Sesko AU dapat memahami keterkaitan antara ketahanan energi, pembangunan daerah, dan ketahanan nasional. Pemahaman ini penting bagi para calon pemimpin masa depan untuk membangun kolaborasi dalam menjawab tantangan global.

(rir)