USU Telusuri Dugaan Mahasiswi Akhiri Hidup Diduga Akibat Perundungan

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 15:01 WIB
Seorang mahasiswi USU ditemukan meninggal dunia di rumah kos. Pihak kampus menyelidiki dugaan bullying dan menghormati proses hukum yang berlangsung.
Ilustrasi tempat kejadian perkara. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Medan, CNN Indonesia --

Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Bahasa (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) ditemukan meninggal dunia akibat mengakhiri hidupnya sendiri di rumah kos di Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.

Saat dikonfirmasi, pihak rektorat USU mengaku masih melakukan penelusuran terkait dugaan bullying atau perundungan yang diduga memicu mahasiswi tersebut mengakhiri hidupnya.

Manajer Humas dan Promosi USU, Irsan Mulyadi, mengatakan pihak kampus menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang mahasiswi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Universitas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta seluruh pihak yang merasa kehilangan. USU berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," ujar Irsan, Selasa (29/9).

Irsan menyebutkan proses penanganan dan penyelidikan terkait kematian mahasiswi tersebut masih dilakukan oleh pihak yang berwenang.

"Oleh karena itu, universitas menghormati sepenuhnya proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak terkait dan tidak akan mendahului kesimpulan dari aparat penegak hukum," kata Irsan.

Walaupun demikian, Irsan memastikan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi awal, pihaknya telah melakukan penelusuran internal dengan meminta keterangan dari sejumlah rekan dan lingkungan pergaulan almarhumah di kampus.

"Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi perundungan (bullying) yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," paparnya.

Irsan menambahkan USU menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

"Apabila berdasarkan hasil penyelidikan dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kemudian ditemukan adanya indikasi perundungan yang melibatkan sivitas akademika USU, universitas akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," tutur Irsan.

Lebih lanjut, Irsan mengtakan USU mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk tidak membuat spekulasi, menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, maupun menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai.

"USU akan terus menghormati proses hukum yang berlangsung dan, apabila diperlukan, memberikan dukungan serta informasi yang relevan kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Irsan.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1
(fnr/kid)
placeholder