Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembinaan melalui Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) perlu diarahkan untuk memperkuat profesionalitas dan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Pembinaan tersebut mencakup aspek kebugaran fisik, mental, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, hingga keterampilan dasar kemiliteran.
Hal itu disampaikan Tito kepada para peserta dalam penutupan Latsarmil Komcad ASN K/L Gelombang II TA 2026 di Taxiway Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara Penutupan, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter aparatur yang disiplin, tangguh bekerja di bawah tekanan, paham pentingnya koordinasi, serta tetap bertindak berdasarkan hukum. Nilai-nilai seperti loyalitas, ketepatan waktu, dan kesiapsiagaan diharapkan melekat dalam keseharian ASN.
Atas dasar itu, Mendagri meminta para peserta memandang latihan yang telah dijalani sebagai investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, serta berjiwa bela negara di lingkungan instansi masing-masing.
"Komponen cadangan bukan pengganti komponen utama, komponen cadangan hanya dilaksanakan sebuah mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, Saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing," kata Tito, Selasa (29/9).
Mendagri mengingatkan, ketahanan suatu negara membutuhkan dukungan kapasitas nasional yang luas, mencakup bidang kesehatan, teknologi, siber, pangan, energi, informasi, hingga ekonomi.
Ia menyampaikan, negara yang mampu bertahan lebih dari 200 tahun umumnya ditopang oleh tiga unsur, yaitu militer yang kuat, koordinasi intelijen yang tangguh, serta ASN yang mampu menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan efisien.
Terkait dengan peran ASN, Tito mendorong agar ASN menjaga kebugaran fisik dengan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan pascapelatihan.
Tito pun menuturkan pengalamannya saat mengikuti konferensi di Amerika Serikat (AS) terkait faktor penyebab kematian aparat kepolisian. Bukan karena tertembak saat bertugas, melainkan akibat penyakit jantung dan stroke akibat pola hidup yang kurang sehat.
"Penyebabnya ada tiga, yang pertama adalah makanan yang kurang sehat, yang kedua adalah merokok, dan yang ketiga adalah lack of mobility, kurang bergerak, sehingga pembinaan fisik dilakukan, harusnya terus dilanjutkan," katanya.
Adapun Latsarmil Komcad ASN K/L Gelombang II TA 2026 ini diikuti oleh 2.241 peserta yang terdiri atas 1.480 laki-laki dan 761 perempuan.
"Dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini, Selasa, tanggal 29 September 2026, pukul 08.13 Waktu Indonesia bagian Barat, Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan ASN dan Kementerian/Lembaga, gelombang kedua tahun anggaran 2026, secara resmi saya nyatakan ditutup," kata Mendagri mengakhiri sambutannya.
(rea/rir)