Update Terbaru Proses Pencarian dan Identifikasi Korban KM Virgo

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 06:13 WIB
Tim SAR terus mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa. Hingga kini, 179 korban ditemukan, 41 di antaranya teridentifikasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. (AFP/Handout/Basarnas
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Kalimantan Selatan.

Diketabui, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita.

Kapal itu hilang kontak saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal yang membawa 243 manifes itu dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Pada Senin (28/9) kemarin, tim penyelam gabungan kembali berhasil menemukan lima korban. Para korban kemudian dievakuasi dari lokasi pencarian untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Dari lima korban tersebut, empat korban dievakuasi ke KRI Gusti Ngurah Rai. Sementara satu korban lainnya dievakuasi ke KN SAR Purworejo.

Empat korban selanjutnya dievakuasi ke Banjarmasin pakai Helikopter HS 1331 TNI AL dan satu korban menggunakan Helikopter HR 3601 Basarnas guna dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi.

"Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangannya.

Hingga Senin kemarin, tercatat 179 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang masih dalam pencarian dari total manifest 243 orang.

Dalam operasi SAR kemarin, tim penyelam gabungan dari Basarnas, TNI AL dan potensi SAR melakukan penyisiran di sejumlah bagian kapal KM Virgo, khususnya anjungan dan kamar-kamar. Penyisiran dilakukan untuk pencari para korban yang diduga masih terjebak di dalam badan kapal yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo tersebut.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Basarnas, penyisiran oleh tim penyelam gabungan itu dilakukan secara bertahap untuk memastikan bagian-bagian kapal yang memungkinkan menjadi lokasi keberadaan korban dapat diperiksa secara maksimal.

Kondisi bangkai kapal yang berada di bawah permukaan laut menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelam. Kemudian, keterbatasan jarak pandang dan kondisi ruang yang sempit membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta tetap mengutamakan keselamatan penyelam.

16 jenazah teridentifikasi

Selain itu, per Senin kemarin, tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi 16 jenazah korban KM Virgo. Dengan demikian, total sudah ada 41 jenazah korban yang berhasil diidentifikasi.

Dari 41 jenazah yang teridentifikasi itu, 25 di antaranya telah lebih dulu teridentifikasi dan sudah diserahkan ke pihak keluarga.

"Demikian jumlah total yang telah teridentifikasi sampai dengan hari Senin, 28 September adalah 41 orang. Dan yang belum teridentifikasi sebanyak 29 orang dari seluruh jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin total 70 orang sampai hari ini diumumkan," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Much Sofwan kepada wartawan, Senin.

Sofwan menyebut pihaknya akan terus berusaha melakukan identifikasi terhadap para korban yang sudah berhasil diidentifikasi.

Berikut daftar 16 korban yang berhasil diidentifikasi:

1. Tri Sutrisno asal Kediri, Jawa Timur (30 tahun)
2. Riski Ananta Agusena asal Kudus, Jawa Tengah (23 tahun)
3. Guntur Aji Pangestu asal Kudus, Jawa Tengah (27 tahun)
4. Triyono Basuki asal Surabaya, Jawa Timur (45 tahun)
5. Tihwin Nuryanto asal Madiun, Jawa Timur (43 tahun)
6. Sugiatno asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (41 tahun)
7. Ilham Muhammad Rozzaq asal Jepara, Jawa Tengah (21 tahun)
8. Yuli Purwanto asal Tulungagung, Jawa Timur (47 tahun)
9. Muhammad Kholis asal Surabaya, Jawa Timur (52 tahun)
10. Surono asal Jombang, Jawa Timur (38 tahun)
11. Muhammad Adam Assegaf asal Kudus, Jawa Tengah (19 tahun)
12. Susanto asal Blitar, Jawa Timur (36 tahun)
13. Maulana Purwo Wibowo asal Cilacap, Jawa Tengah (19 tahun)
14. Wati asal Pangandaran, Jawa Barat (48 tahun)
15. Yaya Carya asal Cirebon, Jawa Barat (58 tahun)
16. Bambang Setya Budi asal Malang, Jawa Timur (56 tahun)

(dis/kid)
placeholder