Diduga Pemuda Natuna Jadi Tentara Rusia Tewas oleh Drone Ukraina

CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 15:23 WIB
Pemuda dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diduga meninggal dunia saat mengikuti perang konflik Rusia Vs Ukraina sebagai tentara bayaran.
Rendi (30), pemuda dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diduga meninggal dunia saat mengikuti perang konflik Rusia Vs Ukraina sebagai tentara bayaran.(Dok. Arsip Istimewa)
Batam, CNN Indonesia --

Beredar informasi pemuda asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diduga meninggal dunia karena terlibat perang Rusia Vs Ukraina.

Korban bernama Rendi (30)  diduga direkrut jadi tentara yang membela Rusia. Kabar kematian Rendi dibenarkan temannya semasa alumni angkatan tahun 2014 - 2015 di SMA Negeri 1 Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

"Kalau tidak salah, dapat informasinya benar," kata Yumiga salah satu alumnus SMAN 1 Bunguran Timur saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (28/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, dia mengatakan mendapat kabar tersebut dari teman sesama alumni di SMA Negeri 1 Bunguran Timur Natuna. Untuk lebih detail, dia meminta hal tersebut dikonfirmasi ke pihak keluarga yang berdomisili di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur.

"Coba tanya keluarganya. Maaf kami cuma bekas kawan sekolah. Dapat info juga sesama alumni Smansa. Kalau lebih jelas coba langsung ke keluarga," ucap dia.

Terpisah, Bupati Natuna Cen Sui Lan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com belum mengetahui langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah terkait informasi duka yang beredar tersebut.

"Belum update," katanya singkat menjawab pertanyaan CNNIndonesia.com yang dikirim via Whatsapp, Senin siang ini.

Pun demikian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto saat dikonfirmasi. Dia mengaku belum bisa mengklarifikasi tangkapan layar status Whatsapp sejumlah rekan korban, karena belum dapat kebenaran informasi dari pihak TNI. 

"Baru tahu pula, kroscek yang buat ini. Mau ditanya ke intel TNI dulu," ujarnya singkat via Whatsapp.

Orang tua korban buka suara

Dikonfirmasi terpisah kemudian, orang tua korban yakni Rustamal dan Eniyanti buka suara soal dugaan putra mereka tewas sebagai tentara bayaran Rusia.

Mereka mengonfirmasi korban tewas di tengah perang Rusia versus Ukraina. Mereka mengaku dapat kabar dari laporan rekan putranya yang juga ada di Rusia sebagai tentara bayaran di bagian logistik.

Dari kabar yang diterima, korban tewas pada 20 September 2026 lalu akibat serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina yang menyasar Moskow dan sejumlah wilayah Rusia lainnya.

"Iya, kan ada informasinya itu Rusia di serang drone dari Ukraina sewaktu Rusia mengadakan Pemilu, di situlah terjadinya serangan drone itu. Di situ anak saya tidak bisa menghindar lagi, karena banyaknya drone," kata Rustamal saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com via telepon, Senin siang ini.

Lebih lanjut, dia mengatakan anaknya sudah sekitar lima bulan diduga bekerja sebagai tentara bayaran. Rendi, katanya, diduga direkrut secara tidak resmi oleh agen untuk bekerja di bagian logistik militer Rusia.

Sebelum diketahui jadi tentara bayaran Rusia, Rustamal bilang putranya bekerja sebagai teknisi listrik di Filipina. Namun, tiba-tiba anaknya mengabarkan kepada mereka sudah berada di Rusia bekerja sebagai tentara bayaran di bagian logistik.

Saat itu, aku Rustamal, dia dan istrinya sempat mengingatkan korban, karena negara Rusia sedang tidak aman akibat perang dengan Ukraina.

"Saya bilang, 'Kenapalah di sana. Di sana kan lagi perang'. 'Mudah-mudahan lah Pak aman, doa aja Pak'," kata Rustamal meniru ucapan anaknya.

Kini dia berharap jenazah anaknya bisa dipulangkan ke kampung halamannya. Dia juga mengaku sempat menghubungi teman anaknya, soal kemungkinan jenazah buah hati mereka bisa dibawa pulang ke Indonesia.

Namun jawaban temannya hal itu sulit dilakukan karena kondisi di Rusia masih gawat perang.

"...'Tidak bisa pak', jawab temannya, 'Karena di lokasi masih gawat dengan perang. Sekarang masih ada tulang-belulang yang belum dievakuasi'," ujar Rustamal mengulang dialog dengan rekan almarhum anaknya.

(arp/kid)
placeholder