Mahasiswa Poltekpel Malahayati di Aceh Meninggal Saat Ikut Ospek

dra | CNN Indonesia
Senin, 28 Sep 2026 11:32 WIB
Seorang taruna Poltekpel Malahayati, Muhammad Rasya Fadhillah (18), meninggal saat ospek. Keluarga korban curiga ada kekerasan.
Jenazah mahasiswa Poltekpel Malahayati saat di bawa ke kampung halamannya. (CNN Indonesia/Dani Randi)
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Seorang Taruna (mahasiswa) Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati di Aceh Besar bernama Muhammad Rasya Fadhillah (18) meninggal dunia, Minggu sore (27/9) ketika menjalani tahapan ospek yang dilaksanakan lembaga pendidikan tersebut.

Salah satu keluarga, Irwan mengatakan, sebelum korban meninggal keluarga mendapat kabar tiba-tiba Rasya mengalami demam setelah 4 hari mengikuti ospek.

Kabar itu diterima keluarga pada Sabtu (26/9). Kemudian pihak medis Poltekpel melaporkan ke keluarga bahwa korban harus dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin di Banda Aceh karena kondisinya yang semakin parah. Selang beberapa jam di rawat di rumah sakit Rasya dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah diinfus kondisinya makin parah, seperti alergi obat. Badannya bengkak-bengkak," ujar Irwan kepada wartawan Senin (28/9) dini hari di RSUD Zainoel Abidin.

Setelah melihat langsung korban, keluarga mengaku menemukan kondisi yang dinilai tidak biasa pada wajah Rasya. Mereka menduga terdapat lebam atau bekas benturan yang memunculkan kecurigaan bahwa Rasya mengalami kekerasan selama mengikuti Ospek.

"Kalau kita lihat tadi memang seperti orang dipukul, tapi pastinya kan kita tidak tahu," kata Anwar.

Menurut Anwar, keluarga juga sempat mencoba meminta penjelasan kepada sejumlah taruna yang disebut mengetahui kondisi Rasya selama mengikuti kegiatan. Namun, kata dia, tidak ada jawaban yang diperoleh terkait dugaan pemukulan tersebut.

"Ketika kita tanya sama letingnya apakah korban dipukul, mereka enggak mau jawab," ujarnya.

Keluarga kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan dugaan kekerasan yang dialami Rasya selama menjalani ospek. Namun, dugaan itu hingga kini belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan medis serta penyelidikan lebih lanjut.

"Saya yakin 100 persen dipukul sama seniornya," ujar Anwar.

CNNIndonesia.com berupaya mengkonfirmasi pihak Poltekpel Malahayati, namun hingga kini belum mendapat respons.

Polisi selidiki

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan awal terkait peristiwa meninggalnya mahasiswa tersebut.

Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian di lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Zainoel Abidin.

"Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia" kata Dizha, Senin (28/9).

Untuk mengetahui penyebab kematian, polisi sudah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUD Zainoel Abidin dan jenazah telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan.

Autopsi tidak dilakukan karena keluarga tidak memberikan izin. Berdasarkan keterangan awal dokter forensik, kata Dizha korban diduga meninggal karena sakit, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Korban telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum serta CT scan jenazah. Pemeriksaan tersebut untuk membantu mengetahui kondisi tubuh korban, termasuk memeriksa adanya memar atau ruam kemerahan," ucapnya.

(wis)
placeholder