Kepungan api dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) nyaris menjadi ancaman serius bagi seekor orang utan betina di Ramban, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Orang utan tersebut dievakuasi dari atas pohon kering di tengah kawasan yang sebagian lahannya masih terbakar. Selain itu, tim pemadam juga berhasil membantu trenggiling dengan berat sekitar 10 kilogram dari amukan bara karhutla di desa lain di Kotim.
Orang utan betina yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 32 kilogram--kemudian dinamai Sindi--dievakuasi di Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara itu berlangsung hingga dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lokasinya di HTR Ramban, vegetasi dominan tanaman kelapa sawit yang kondisinya sudah dan masih terbakar," kata Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Minggu (27/9) dikutip dari detikKalimantan.
Keberadaan Sindi pertama kali diketahui pada Jumat (25/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, regu pemadam dari pihak perusahaan tengah mengambil air ketika melihat seekor orangutan berada di atas pohon kering di sekitar perbatasan HTR Ramban dengan PT MJSP.
Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada BKSDA Resort Sampit.
Petugas langsung berkoordinasi hingga akhirnya tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI) diterjunkan untuk menyelamatkan Sindi.
"Tim rescue berangkat dari Pangkalan Bun sekitar pukul 17.20 WIB, sedangkan petugas BKSDA Resort Sampit menyusul ke lokasi untuk membantu memantau pergerakan satwa," kata Muriansyah.
Sekitar pukul 22.00 WIB, tim tiba di lokasi. Namun, proses penyelamatan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Sindi terus berpindah tempat dan berada di dahan pohon yang cukup tinggi sehingga menyulitkan petugas melakukan pembiusan.
"Situasi semakin menantang karena kawasan tersebut masih diselimuti asap karhutla. Tanah di bawah pohon tempat Sindi berada bahkan masih menyimpan api dan bara," ujarnya.
Setelah menunggu momen yang tepat, sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (26/9), petugas akhirnya berhasil membius Sindi. Namun, perjuangan belum selesai karena tubuh orang utan tersebut tersangkut di antara dahan pohon.
"Petugas kemudian harus memanjat pohon untuk menurunkan Sindi secara hati-hati. Sekitar pukul 02.30 WIB, orangutan betina tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari kawasan yang terbakar," kata Muriansyah.
Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada tubuh Sindi. Satwa tersebut kemudian dibawa menuju Pangkalan Bun. Sindi selanjutnya menjalani pemeriksaan di klinik dan pusat karantina orang utan milik OFI.
Hasil pemeriksaan darah menunjukkan kondisinya sehat dan tidak membawa penyakit.
Setelah mendapat arahan Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah II, Sindi rencananya akan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Trenggiling
Seekor tenggiling betina dengan berat sekitar 10 kilogram ditemukan di tengah kawasan yang terdampak karhutla di Desa Terantang, Seranau, Kabupaten Kotim.
Satwa dilindungi tersebut ditemukan saat tim pemadam kebakaran lahan PT Rimba Makmur Utama (RMU) berjibaku menangani api yang membakar kawasan hutan. Dalam kondisi selamat, tenggiling kemudian diamankan tim bersama sejumlah rekan dari komunitas dan aktivis lingkungan di Sampit.
Satwa itu selanjutnya dibawa ke Sampit untuk diserahkan kepada petugas BKSDA Pos Sampit. Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan penyerahan tenggiling kepada petugas berlangsung pada Selasa (22/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
"Pada hari Selasa tanggal 22 September 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, personel Pos Sampit menerima penyerahan satu individu trenggiling," kata Muriansyah, Minggu kemarin.
Setelah diperikasa, kondisi tenggiling tersebut terbilang baik. Satwa terlihat sehat dan aktif serta tidak ditemukan luka pada tubuhnya akibat karhutla.
Melihat kondisi tersebut, BKSDA memilih tidak melakukan rehabilitasi dalam waktu lama. Langkah itu dilakukan untuk menghindari stres pada satwa dan mempercepat proses pengembalian ke habitat alaminya.
"Karena kondisi trenggiling dilihat sehat, aktif dan tidak ada luka, menghindari stres serta sesuai arahan pimpinan, Rabu, 23 September, trenggiling dilepasliarkan di wilayah PT RMU yang aman dari kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Satwa tersebut diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas alaminya tanpa harus terlalu lama berada di luar habitat.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)