Ustaz Naruto Ungkap Keutamaan Umrah di Islamic Travel Connect Suraba

CNN Indonesia
Sabtu, 26 Sep 2026 18:51 WIB
Us. taz 'Naruto' Bagikan Kisah Keutamaan Ibadah Umrah di Islamic Travel Connect Surabaya. (Foto: Arsip Islamic Travel Connect)
Sudut pandang berbeda mengenai esensi umrah diangkat mendalam di Islamic Travel Connect Surabaya yang diselenggarakan oleh CNNIndonesia bersama CIMB Niaga. (Arsip Islamic Travel Connect)
Surabaya, CNN Indonesia --

Ibadah haji atau umrah sering kali diidentikkan dengan seremonial keberangkatan yang meriah serta perjalanan spiritual yang dilakukan secara berulang. Namun, sudut pandang berbeda mengenai esensi umrah diangkat lebih mendalam pada sesi kajian Islamic Travel Connect Surabaya yang diselenggarakan oleh CNNIndonesia bersama CIMB Niaga.

Dalam acara tersebut, penceramah Ustaz Marzuki Imron atau yang populer dengan nama Ustaz 'Naruto' menyoroti bahwa berangkat umrah tidak harus diawali dengan seremonial yang mengundang banyak orang. Berangkat secara diam-diam pun sangat diperbolehkan dan tidak mengurangi nilai ibadah itu sendiri.

"Umrah ya umrah saja, ndak harus bikin pengajian. Pak Ustaz jenengan (anda) dulu umrah sama, saya umrahnya diam-diam. Tetangga tidak ada tahu, dan pulangnya pun diam-diam," kata Ustaz Marzuki saat mengisi kajian di Islamic Travel Connect Surabaya di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya, Sabtu (26/9).

Meskipun berangkat dan pulang tanpa diketahui orang banyak, Ustaz Marzuki tetap mengingatkan pentingnya berbagi buah tangan sebagai wujud syukur kepada Allah atas nikmat ibadah yang sudah diberikan. Hal ini bisa dilakukan dengan sederhana tanpa perlu menggelar acara seremonial di rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ndak ada pengajian di rumah baik sesudah atau sebelum, ndak ada. Tapi tetap saya ngasih karena itu bentuk saya pengin bersyukur kepada Allah ya tak keki (saya beri). Ya ono kurmoe (ya ada kurmanya), ya ono zamzame (ya ada air zamzamnya), ya ono rukuh dan sajadahe (ya ada mukena dan sajadahnya), tetap tak keki (tetap saya beri)," ucapnya.

Ustaz kemudian membahas isu di masyarakat mengenai orang yang mampu umrah berkali-kali namun kurang peka terhadap tetangga sekitar. menurutnya menolong orang lain, terutama tetangga yang sedang kesulitan, memiliki kedudukan yang jauh lebih mulia dibandingkan ibadah ritual ke Tanah Suci.

"Pak Ustaz lebih utama mana berangkat umrah atau menolong orang lain? Lebih utama mana berangkat umrah atau menolong orang lain? Tak (saya) tunjukkan dalilnya," katanya.

Untuk memperkuat argumennya, Ustaz Marzuki menceritakan sebuah kisah mahsyur di zaman Nabi Muhammad SAW mengenai seseorang yang secara mengejutkan mendapatkan predikat mabrur langsung dari Rasulullah, meski orang tersebut tidak pergi haji.

"Suatu saat Rasulullah bilang gini, 'orang ini mabrur. Orang ini mabrur, orang ini mabrur.' Maka para sahabat lho sing endi ta lah (bertanya lho yang mana sih)? 'Iya itu yang mabrur itu, yang lainnya ndak ada yang mabrur, yang mabrur yang ini'," kata Ustaz Marzuki menceritakan kisah nabi.

Pernyataan Nabi tersebut membuat para sahabat penasaran hingga mereka memutuskan untuk mencari pria yang dimaksud. Pria itu sendiri terkejut ketika didatangi karena ia merasa tidak melakukan perjalanan haji pada tahun tersebut.

"Akhirnya sahabat datang ke orang ini, didatengi, 'mas sampeyan (anda) dari Kanjeng Nabi hajine sing (hajinya yang) mabrur'. Bingung. 'Lho kok mabrur ngopo (kenapa)? Aku lho gak budal kaji (aku lho tidak berangkat haji)' gitu kan nggeh (ya). Saya ndak berangkat haji," tuturnya.

Pria tersebut kemudian menjelaskan bahwa ia terpaksa membatalkan niatnya ke Tanah Suci karena harus membantu tetangganya yang sedang sakit parah. Uang yang telah ia kumpulkan bertahun-tahun akhirnya direlakan untuk biaya pengobatan tetangganya itu.

"'Memang saya mau berangkat haji, tapi pas mau berangkat haji nyuwun sewu (mohon maaf), ada tetangga sakit, terus uang saya tak (saya) kasihkan tetangga, makanya nggak jadi berangkat haji'," jelasnya.

Mendengar hal tersebut, para sahabat langsung menyadari bahwa amalan kepedulian membantu tetangga yang sedang kesulitan itulah yang mengangkat derajat pria tersebut di mata Tuhan melebihi jemaah haji lainnya.

"Baru sahabat [sadar], owalah kata Kanjeng Nabi kenapa orang ini mabrur, lebih mabrur dibanding yang lain, karena dia telah beramal kepada tetangga," ungkapnya.

Keajaiban dari menolong tetangga tidak hanya terjadi pada zaman nabi, melainkan juga dialami oleh jemaah di masa kini. Ustaz Marzuki menceritakan kisah nyata seorang suami yang wafat dengan tenang tepat di hadapan Kakbah saat menjalankan ibadah umrah, yang membuat istrinya menangis haru sekaligus sedih.

"Karena ada jamaah kami Bu, bapak-bapak wis nggawe (sudah pakai) baju ihram, nyuwun sewu sedoe nang (mohon maaf wafatnya di) Makkah pas nang ngarepe (pas di depannya) Ka'bah meninggal. Itu nangis istrinya," ceritanya.

Melihat kejadian langka tersebut, para kiai yang mendampingi rombongan merasa penasaran dan bertanya kepada sang istri mengenai amalan rahasia suaminya selama hidup di tanah air.

"'Ndak ada Pak Kiai amalan', gak mungkin suami jenengan (anda) pasti punya amalan. Salat tahajud? 'Mboten (tidak)'. Anu puasa Senin Kamis? 'Mboten (tidak)'. Dhuha dhuha? 'Mboten (tidak)'. Opo lho (apa lho) amalan bojo jenengan (suami anda)?" tanyanya kepada istri jemaah tersebut.

Sang istri akhirnya teringat bahwa mereka pernah batal menunaikan haji karena memberikan seluruh uang tabungannya kepada tetangga mereka yang sedang sakit parah. Keikhlasan tersebut justru berbuah manis ketika mereka akhirnya tetap bisa berangkat umrah dan sang suami mendapatkan akhir hayat yang sangat didambakan umat Islam.

CNN Indonesia berkolaborasi dengan CIMB Niaga Syariah kembali menghadirkan pameran haji dan umrah bertajuk Islamic Travel Connect di Surabaya, mulai Kamis (24/9) hingga Minggu (27/9). Acara yang berlangsung di Atrium Utama Lantai Ground Royal Plaza ini menyajikan beragam kegiatan menarik.

Diketahui, selain menjadi pusat informasi dengan deretan agen perjalanan haji dan umrah, daya tarik utama gelaran ini adalah melimpahnya program diskon. CIMB Niaga Syariah menawarkan potongan Rp3 juta untuk pendaftaran porsi haji khusus, diskon Rp2 juta untuk pembiayaan umrah, serta potongan hingga Rp4 juta bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan kartu CIMB Niaga Syariah.

Lebih dari sekadar pameran dan promo, acara ini juga dipenuhi dengan ragam kegiatan edukatif dan hiburan dari pagi hingga malam hari. Setiap harinya, pengunjung akan disuguhkan sesi kajian Islam yang menghadirkan sejumlah penceramah, di antaranya Ustaz Misbahul Huda, Ustaz Heru Kusumahadi, Ustaz Moch Marzuki Imran, dan Ustaz Fathurrahman Masrukan.

Untuk melengkapi persiapan ibadah, pengunjung bisa mengikuti berbagai sesi gelar wicara bersama deretan biro perjalanan seperti Shafira, Persada Indonesia, Ziarah Hati, hingga Arminareka. Terdapat juga gelar wicara khusus bersama mitra perbankan CIMB Niaga Syariah dan rekaman siaran siniar atau podcast Panglima Ekspres.

Di sela-sela berburu paket ibadah dan produk fesyen muslim serta kuliner, pengunjung turut dihibur oleh berbagai penampilan memukau. Panggung utama akan dimeriahkan oleh paduan suara Alazka Choir dan SD Al Azhar Kelapa Gading Surabaya, pertunjukan seni kopi atau latte art, serta sajian musik dari Gendis Band.

(frd/agt)