Peringatan Hari Bhakti Postel tahun ini genap memasuki usia ke-81 pada 27 September 2026. Momen tersebut mengangkat tema T3, singkatan dari 'Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga', sebagai landasan untuk memperkokoh ekosistem pos, telekomunikasi, dan penyiaran seiring pesatnya laju teknologi digital.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa tema T3 mengandung makna yang tidak sebatas pembangunan jaringan internet. Setiap unsur dalam tema tersebut membawa pesan tersendiri yang saling terkait satu sama lain.
"Peringatan Hari Bhakti Postel tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah perjuangan insan pos dan telekomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan sektor komunikasi Indonesia yang terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi," bunyi keterangan tertulis, Jumat (25/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unsur 'Terhubung' merujuk pada upaya memperkokoh konektivitas sekaligus mempererat relasi antarpemangku kepentingan di sektor pos, telekomunikasi, dan penyiaran. Relasi yang terjalin ini diharapkan mampu melahirkan interaksi sosial yang lebih sehat dan meningkatkan kontribusi bagi negara.
Kemkomdigi menyoroti bahwa proses digitalisasi tidak boleh berhenti pada penyediaan akses internet belaka. Konektivitas mesti membawa dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari relasi sosial hingga kualitas hidup sehari-hari.
Adapun unsur 'Tumbuh' menggambarkan semangat untuk senantiasa berkembang dan melahirkan inovasi baru. Semangat ini juga diarahkan agar sektor komunikasi dapat memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Sementara unsur 'Terjaga' menitikberatkan pada upaya merawat keberlangsungan ekosistem digital dalam jangka panjang. Aspek yang perlu dirawat meliputi kesehatan, mutu kehidupan, hingga hubungan antarsesama manusia di era digital.
Ketiga unsur dalam tema T3 tersebut pada dasarnya membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Konektivitas yang dibangun diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan, sekaligus menjamin keberlangsungan ekosistem komunikasi di Tanah Air.
Perayaan Hari Bhakti Postel kali ini turut menggandeng berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pelaku industri, asosiasi, operator, hingga vendor.
"Keterlibatan pemerintah, industri, asosiasi, operator, vendor, dan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhakti Postel menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam ekosistem komunikasi nasional," tutur rilis resmi.
Di balik peringatan ini, tersimpan pula jejak sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia. Tepat pada 27 September 1945, para pemuda berhasil merebut Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari genggaman penjajah Jepang.
Peristiwa perebutan tersebut kemudian dikenang sebagai tonggak awal lahirnya sektor komunikasi modern di Indonesia. Dari masa ke masa, sektor ini terus bertransformasi, mulai dari layanan pos, telegraf, dan telepon konvensional hingga merambah era internet.
Transformasi itu berlanjut dengan hadirnya teknologi serat optik dan jaringan seluler yang kian canggih. Beragam layanan digital pun turut bermunculan seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi yang terus berkembang di Indonesia.
Melalui tema 'Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga', Hari Bhakti Postel ke-81 diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antarpemangku kepentingan. Momen ini sekaligus menjadi pendorong bagi tumbuhnya ekosistem komunikasi yang berkelanjutan di masa mendatang.
Ekosistem yang berkelanjutan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan faedah nyata bagi masyarakat luas. Faedah itu mencakup ranah sosial, ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.
(rir)