Kebakaran Hutan Lereng Gunung Merapi Capai Lebih dari 30 Hektare

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 14:56 WIB
Petugas gabungan berusaha memadamkan api yang membakar area jalur pendakian di Pos Bunder, Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Kebakaran tersebut terjadi akibat rembetan api dari kawasan Gunung Merapi Ungup-ungup, sehingga petugas
Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), tepatnya di Blok Gentong, Resor Srumbung, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilanda kebakaran sejak Selasa (22/9). Ilustrasi (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), tepatnya di Blok Gentong, Resor Srumbung, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dilanda kebakaran sejak Selasa (22/9).

Otoritas Balai TNGM memperkirakan kebakaran telah berdampak pada lebih dari 30 hektare lahan di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melebihi (30 hektare) kemungkinan. Soalnya anginnya besar," kata Kepala Balai TNGM Tutut Heri Wibowo saat dihubungi, Kamis (24/9).

Heri mengatakan api pertama kali terpantau pada Selasa siang. Berkat upaya pemadaman bersama berbagai pihak, api sempat berhasil dikendalikan hingga malam setelah membakar sekitar 18,5 hektare tanaman pinus dan perdu.

Namun, api kembali ditemukan saat petugas melakukan patroli pada Rabu (23/9) pagi. Sejumlah titik yang sebelumnya telah dipadamkan kembali menyala dan merambat akibat kencangnya angin.

"Biasanya pascapemadaman itu ngecek paginya. Paginya ngecek, nah ternyata ada beberapa (titik api) yang hidup lagi," ujar Heri.

Pada hari pertama, titik api dipetakan berada sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kini, api telah menjalar naik hingga setidaknya 5 kilometer dari puncak.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu ulah manusia. Api disebut muncul dari kawasan bawah kemudian merambat ke atas mengikuti arah angin.

Meski demikian, Heri memastikan lokasi kebakaran masih jauh dari permukiman warga. Pergerakan api juga cenderung mengarah ke atas karena pengaruh angin.

Heri menegaskan upaya menjinakkan si jago merah masih berlangsung sampai Kamis siang ini. Pemadaman kebakaran dilakukan secara gabungan dengan melibatkan BPBD, Damkar Kabupaten Magelang, Polres Magelang, Polsek Srumbung, Koramil Srumbung, TNGM, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga sekitar.

Petugas menggunakan dua tangki air berkapasitas sekitar 5.000 liter dari BPBD. Sejumlah warga juga mengerahkan tiga hingga empat truk yang dimodifikasi menggunakan terpal untuk membawa air.

Menurutnya, ketersediaan air di sekitar lokasi sebenarnya mencukupi. Hanya proses mobilisasi armada air ke titik api yang membutuhkan waktu.

"Masih terus, sampai sekarang masih terus kita upayakan pemadaman," ujarnya.

(kum/fra)
placeholder