Gunung Anak Krakatau Turun Level dari Siaga ke Waspada

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 23:45 WIB
KRI Leuser-924 melintas pada operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Kamis (10/9/2026). Sebanyak tiga armada kapal TNI Angkatan Laut yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) turun dari level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada, per pukul 18.30 WIB, Senin (21/9). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Serang, CNN Indonesia --

Status Gunung Anak Krakatau (GAK) turun dari level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada, per pukul 18.30 WIB, Senin (21/9).

"Tingkat aktivitas Gunungapi Anak Krakatau diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul 18.30 WIB, dengan rekomendasi pada Level II (Waspada)," kata Kepala Badan Geologi, Kementrian ESDM, Lana Saria, dalam keterangan resminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan khusus nomor: 1604.Lap/GL.03/BGL/2026 menyatakan bahwa pengamatan masih terus dilakukan oleh pos pantau di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan dan Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten.

Meski status Gunung Anak Krakatau turun, masyarakat tetap dilarang mendekat kawasan gunung aktif tipe A itu sampai radius 2 kilometer (km).

"Pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat," ujarnya.

Gunung Anak Krakatau naik ke status Level III sejak 2 Juli 2026. Sejak saat itu gunung api ini mengalami 224 kali erupsi hingga 3 September 2026.

Aktivitas semakin meningkat pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, terjadi erupsi menerus selama 25 jam.

Berdasarkan pantauan data citra satelit, erupsi menerus tersebut menghasilkan aliran lava yang mengalir ke arah barat laut, barat, dan barat daya dari pusat erupsi.

Aktivitas Gunungapi Anak Krakatau cenderung mengalami penurunan hingga 20 September 2026 pukul 00.00 WIB.

Catatan kegempaan Gunungapi Anak Krakatau 20 September 2026 menunjukan 1 kali Gempa Low Frequency dan Tremor Menerus dengan rata rata amplitudo 2 mm.

"Tingkat aktivitas Gunung api Anak Krakatau akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan," kata Lana.

(ynd/fra)
placeholder