Diduga Protes soal Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Warga

CNN Indonesia
Sabtu, 19 Sep 2026 19:25 WIB
Kepolisian Bekasi olah TKP penyegelan atau aksi gembok ruang kantor Bupati dan DPMD oleh diduga pendukung calon kepala desa yang tidak lolos seleksi.
Ilustrasi. Kepolisian Bekasi olah TKP penyegelan atau aksi gembok ruang kantor Bupati dan DPMD oleh diduga pendukung calon kepala desa yang tidak lolos seleksi. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ruang kantor Bupati Bekasi hingga kantor dinas digembok sekelompok warga diduga bagian dari aksi protes terkait pemilihan kepala desa (Pilkades).

Terbaru, Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penyegelan atau aksi gembok ruang kantor Bupati hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) oleh diduga pendukung calon kepala desa yang tidak lolos seleksi.

"Kami lebih proaktif terkait kejadian penyegelan kantor pada Jumat (18/9) sore kemarin. Kita sudah oleh TKP duluan meski belum ada laporan yang masuk," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo di Cikarang, Sabtu (19/9) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menerangkan petugas bergerak ke lokasi setelah mengetahui aksi penyegelan kantor aparat daerah oleh sekelompok warga tersebut.

Setibanya di kompleks kantor pemda, petugas langsung melakukan olah TKP sekaligus membuka segel yang dipasang menggunakan rantai serta gembok tersebut.

Pihaknya menduga aksi penyegelan kantor pemerintahan itu berkaitan dengan protes hasil seleksi bakal calon kepala desa yang tidak masuk lima besar dan meminta penundaan pemilihan atau calon yang tidak lolos tetap diikutsertakan.

Sementara itu, Andi bilang polisi hingga kini masih menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menentukan penanganan berikutnya meski kejadian tersebut untuk sementara masih dikategorikan sebagai aksi spontanitas.

"Untuk antisipasi, kita tetap menunggu nantinya ada laporan dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Sementara ini, aksi itu masih dianggap spontanitas ya," katanya.

Kapolres mengaku petugas sebelumnya telah melakukan pendekatan dan menjalin komunikasi dengan para calon tersebut. Sebagian calon tidak lolos juga telah bergabung dengan calon lain.

Aksi segel diduga dilakukan secara spontan oleh para simpatisan calon untuk meluapkan kekecewaannya.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara aksi segel kantor dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (18/9/2026) petang. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara aksi segel kantor dinas di lingkup Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (18/9/2026) petang. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Dirinya mengarahkan pihak yang keberatan atas hasil seleksi agar menempuh jalur hukum yang telah tersedia. Terlebih, terdapat mekanisme pengaduan terkait proses seleksi tersebut.

"Dia ini tidak terima dan masih berupaya agar calonnya tetap bisa tampil. Seharusnya bukan dengan cara menyegel kantor seperti itu, gunakan mekanisme pengaduan sesuai peraturan perundangan yang berlaku," ujarnya.

Polisi tetap membuka ruang bagi pihak yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Tapi kita tetap membuka ruang untuk yang dirugikan melaporkan ke polisi," ucap dia.

Dari rekaman video yang beredar luas di masyarakat terlihat seorang pria mengenakan topi hitam bersama rekannya membelitkan rantai besi pada gagang pintu kaca utama kantor DPMD Kabupaten Bekasi kemudian menguncinya menggunakan gembok.

Aksi tersebut sempat membuat akses utama kantor tertutup. Dalam rekaman video juga terdengar suara warga meminta orang-orang di dalam gedung keluar melalui pintu belakang.

"Udah, keluar dari belakang! Ayo ke PN, ayo," teriak salah seorang warga dalam rekaman video tersebut.

(antara/kid)
placeholder