Polisi: Jenazah di Kali Terate Serang Bukan Rombongan Jurnalis Hilang

CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 07:06 WIB
Prajurit TNI AL awak KRI Kerambit-627 berusaha mengangkat benda yang ditemukan mengapung saat operasi pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Jumat (11/9/2026). Tim SAR gabungan memperluas
Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di kawasan muara Kali Terate, Kramatwatu, Serang, Banten tak berkaitan dengan insiden rombongan jurnalis hilang di perairan Selat Sunda. (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di kawasan muara Kali Terate, Kramatwatu, Serang, Banten tak berkaitan dengan insiden rombongan jurnalis hilang di perairan Selat Sunda.

Diketahui, jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pada Sabtu (12/9) lalu. Temuan itu kemudian dilaporkan warga ke pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan kepastian itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan data primer.

"Untuk jenazah yang ditemukan di sekitar muara Sungai Kali Terate, Kramatwatu, berdasarkan data primer yang kami peroleh dan hasil pemeriksaan, dipastikan bukan merupakan salah satu dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speed boat Arupadatu," kata dia dalam keterangannya, Selasa (15/9).

Sementara itu, terkait temuan jenazah di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, Polda Banten masih menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA.

Maruli menyebut jenazah tersebut telah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu. Pada Senin (14/9) kemarin, juga telah dilakukan proses autopsi.

"Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,' ucap dia.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui berjenis kelamin laki-laki, dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.

"Kondisi wajah mengalami kerusakan. Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA," ujarnya.

Lebih lanjut, Polda Banten mengimbau masyarakat untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

"Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media," tutur dia.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bermula ketika rombongan jurnalis berangkat menggunakan speedboat (kapal cepat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima pewarta foto, Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu).

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain yang berada di dalam kapal yakni nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu. Ketiganya yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK dan Heriyanto (49) selaku guide.

Operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut pun telah esmi diperpanjang tiga hari ke depan, hingga Kamis (17/9).

Keputusan ini diambil pada Senin kemarin, di mana operasi pencarian sudah memasuki hari ketujuh. Penambahan waktu selama tiga hari ini, diharapkan bisa mendapatkan hasil maksimal, untuk menemukan para korban.

"Hasil rapat koordinasi tadi yang disampaikan Pak Gubernur, kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin.

(dis/fra)
placeholder