9 Kabupaten-Kota di NTB Darurat Kekeringan: 263.310 Jiwa Terdampak

CNN Indonesia
Minggu, 13 Sep 2026 18:40 WIB
Warga menggembala ternak di persawahan yang kering  terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Nino dengan int
Ilustrasi. NTB darurat kekeringan. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sembilan kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) kini berstatus siaga kekeringan dan tiga di antaranya berstatus tanggap darurat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Sadimin mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan seiring terus meluasnya bencana kekeringan di wilayah itu.

"Ada sembilan kabupaten/kota telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan tiga kabupaten di antaranya telah meningkatkan status menjadi tanggap darurat," ujarnya mengutip Antara, Minggu (13/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, dampak sementara bencana kekeringan melanda sembilan kabupaten/kota, 66 kecamatan, 227 desa/kelurahan, serta 84.837 kepala keluarga (KK) atau 263.310 jiwa.

Sementara jumlah air bersih yang didistribusikan sebanyak 3.382.300 liter oleh BPBD kabupaten/kota dan BPBD NTB.

"Seluruh wilayah NTB saat ini telah memasuki periode musim kemarau yang dipicu oleh fenomena El Nino. Kondisi diperparah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang," terang Sadimin.

Untuk sebaran terparah terjadi di Kabupaten Lombok Timur dengan 92.999 jiwa warga terdampak di 41 desa, namun distribusi air baru 40 ribu liter.

Sementara wilayah dengan status tanggap darurat, yakni Sumbawa Barat meliputi 3 kecamatan, 8 desa dengan warga terdampak sebanyak 1.690 KK/5.795 jiwa dan distribusi air mencapai 1,35 juta liter.

Selanjutnya Kabupaten Sumbawa 13 kecamatan, 26 desa dengan warga terdampak sebanyak 10.703 KK/42.728 jiwa dan distribusi air mencapai 640 ribu liter. Kabupaten Bima 14 kecamatan, 42 desa dengan warga terdampak sebanyak 9.222 KK/28.894 jiwa dan distribusi air mencapai 320 ribu liter.

Untuk wilayah berstatus siaga darurat, antara lain Lombok Tengah 9 kecamatan, 48 desa dengan warga terdampak 11.232 KK/33.695 jiwa jumlah distribusi air 460 ribu liter. Kabupaten Dompu 4 kecamatan, 10 desa dengan warga terdampak sebanyak 3.235 KK/8.940 jiwa dan distribusi 340 ribu liter.

Lombok Utara 5 kecamatan, 18 desa dengan warga terdampak 5.315 KK/17.855 jiwa dan distribusi 200 ribu liter. Lombok Barat 6 kecamatan, 21 desa, 7.474 KK/27,090 jiwa dan distribusi air 32.300 liter. Kota Bima ada 4 kecamatan, 12 desa dengan warga terdampak sebanyak 1.129 KK/3.287 jiwa.

"Pada peta sebaran, hampir seluruh Lombok (kecuali sebagian kecil Lombok Tengah) dan sebagian besar Pulau Sumbawa bagian timur dan barat masuk dalam zona merah atau Rencana Aksi Kekeringan," ungkapnya.

Terkait hal itu, Sadimin mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih untuk mencegah krisis yang lebih parah.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino kategori sangat kuat dengan indeks mencapai 2,74 derajat Celcius memicu curah hujan berada jauh di bawah normal hingga nyaris nihil di NTB.

"El Nino membuat musim kemarau yang biasanya kering menjadi semakin kering. Potensi hujan yang biasanya sekali turun di musim kemarau kini hampir tidak terjadi sama sekali," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini.

(tim/dal)
placeholder