Momen Gibran Gandeng Tangan Orangutan di Palangka Raya

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 22:00 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9).
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9). (Tangkapan layar Youtube @Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9).

Gibran hadir bersama para pejuang satwa dan dokter hewan yang turut terbang dari Jakarta untuk memastikan penanganan dampak karhutla, khususnya terhadap satwa dan habitatnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran sempat didampingi pejuang satwa dan dokter hewan berjalan bergandengan dengan orangutan meninjau lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penanganan karhutla harus menyeluruh. Manusia harus terlindungi, tetapi satwa dan habitatnya juga tidak boleh kita abaikan. Saya ingin memastikan kebutuhan perawatan di sini benar-benar terpenuhi," kata Gibran mengutip keterangannya, Jumat (11/9).

Pada kesempatan itu, Gibran juga melihat langsung proses rehabilitasi dan perawatan orangutan, serta berdialog dengan para dokter hewan, relawan, dan tim yang selama ini terlibat dalam upaya perlindungan satwa.

Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan, seperti obat-obatan, bawang bombay, dan alat nebulizer untuk mendukung kebutuhan di pusat rehabilitasi ini.

"Perlindungan satwa dan pemulihan lingkungan adalah hal penting yang saling terkait. Termasuk penyembuhan hewan yang terluka serta penyediaan kembali sumber pakan, air dan ekosistem bagi satwa," ucap dia.

Gibran juga menekankan perlindungan satwa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya pemulihan lingkungan.

Ia menyatakan penanganan satwa yang terluka perlu diiringi dengan pemulihan habitatnya secara menyeluruh, termasuk memastikan ketersediaan sumber pakan, air, serta ekosistem yang mendukung keberlangsungan hidup satwa dalam jangka panjang.

"Terima kasih kepada para dokter hewan, pecinta hewan, relawan, yayasan dan seluruh tim yang terus melakukan perawatan untuk melindungi satwa Indonesia. Aksi nyata Bapak Ibu semua sangat berarti," ujar Gibran.

Dalam peninjauannya, Gibran juga sempat mengunjungi Forest School BOSF Nyaru Menteng yang saat ini menjadi tempat pembinaan 17 orangutan.

Selain itu, ia juga meninjau area Karantina Individu Orangutan untuk melihat langsung proses nebulisasi atau pemberian uap sebagai bagian dari penanganan satwa terdampak karhutla.

Di area karantina ini, sekitar 90 orangutan menjalani perawatan dalam beberapa kandang yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satwa.

(mnf/fra)
placeholder