Jurnalis Doa Bersama untuk 5 Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 20:55 WIB
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta menggelar doa bersama untuk mendoakan 5 orang jurnalis dan 3 awak kapal yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, di Balai Pewarta Foto, Jalan Prof Muhammad Yamin, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Sejumlah jurnalis di DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya menggelar doa bersama untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. (Arsip PFI Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah jurnalis di DKI Jakarta, Bandung, dan Surabaya menggelar doa bersama untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Jakarta menggelar doa bersama untuk mendoakan 5 orang jurnalis dan 3 awak kapal di Balai Pewarta Foto, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Kegiatan yang diikuti ratusan insan jurnalis di Jakarta dan sekitarnya ini bertujuan untuk mendoakan tim pencari agar dapat menemukan kedelapan orang yang hilang kontak tersebut secepatnya dengan kondisi selamat. Doa bersama digelar serentak oleh seluruh PFI se-Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua PFI, Dwi Pambudo berharap tim pencari yang terdiri dari SAR gabungan dapat menemui titik terang.

"Semoga segala upaya yang telah dilakukan tim pencari, serta panjatan doa dari semuanya dapat berbuah kabar yang terbaik," ujar Dwi Pambudo dalam agenda tersebut, Jumat (11/9) malam.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PFI Jakarta, Eusebio Chrysnamurti, menambahkan kegiatan doa bersama ini melibatkan teman-teman jurnalis dan seluruh masyarakat sebagai bentuk solidaritas serta memberikan dukungan untuk hasil terbaik dalam proses pencarian para 'pahlawan informasi' tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah hadir dan memberikan doa. Kami berharap dengan doa-doa ini, tim pencari mendapatkan kemudahan, keselamatan dan menemukan 5 rekan kami beserta 3 awak kapal yang menyertai," kata Eusebio.

Doa dari Bandung

Puluhan jurnalis di Kota Bandung juga menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kegiatan yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Jumat malam (11/9), tersebut diinisiasi para jurnalis yang meliput di wilayah di Bandung Raya.

Salah seorang pewarta, Raisan Al Farisi mengatakan aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas insan pers sekaligus ikhtiar bersama untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga hari keempat pencarian belum ditemukan.

"Jadi aksi malam ini PFI bekerja sama dengan IJTI Jawa Barat bersama AJI Bandung menggelar doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas," ujar Raisan.

Menurut Raisan, doa bersama tersebut menjadi momentum bagi insan pers untuk bersama-sama memanjatkan doa agar seluruh jurnalis dan awak kapal yang belum ditemukan segera mendapatkan pertolongan dan dapat kembali dalam keadaan selamat.

"Harapan kita PFI, IJTI, AJI, semoga pencarian hari ini dan besok bisa membuahkan hasil. Kami di Bandung mendoakan mereka agar segera ditemukan dan selamat," katanya.

Doa bersama di Surabaya

Di sisi lain, acara serupa juga digelar di Taman Apsari Surabaya, Jumat (11/9) petang. Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, puluhan jurnalis duduk bersila membentuk lingkaran.

Salah satu jurnalis membawa selembar foto yang menampilkan kelima jurnalis yang tengah dalam pencarian tersebut, diletakkan di pangkuannya sepanjang doa bersama berlangsung.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya Suryanto Betha Putramudji mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian atas rekan-rekan jurnalis yang masih dalam proses pencarian.

"Harapan kami, kelima jurnalis dan 3 orang kru ini bisa segera ditemukan dengan selamat. Harapannya itu," kata Suryanto.

Suryanto menjelaskan lilin yang dinyalakan dalam doa bersama itu menjadi simbol harapan agar seluruh korban yang hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.

"Simbol lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima dan tiga orang rekan kami itu bisa segera ditemukan. Itu adalah lilin harapan sebenarnya," ujarnya.

Suryanto mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan dari pihak keluarga maupun PFI Nasional sembari tetap berharap seluruh korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

"Ada, tapi nanti itu juga harus nunggu dari mereka. Maksudnya, semoga harapannya sih kita memang tetap mereka bisa ketemu, ya," ucapnya.

Speed boat yang membawa lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (8/9).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten selaku SAR Mission Coordinator Al Amrad menyampaikan delapan orang berada di dalam speed boat tersebut, terdiri dari dua awak kapal, seorang pemandu atau guide, serta lima jurnalis.

Awak kapal dalam speed boat itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) selaku guide. Sementara lima jurnalis yang berada di dalam speed boat itu yakni pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (pewarta lepas/freelance).

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap delapan orang tersebut masih terus dilakukan dan area pencarian telah diperluas. Perluasan area mencakup empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243 nautical mile (NM).

(frd/csr/ryn/fra)
placeholder