Update Siswi Korban MBG Karo Diduga Hilang Ingatan: Hasil EEG Normal

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 05:45 WIB
Doctor during consultation held in his hand and shows patient laboratory tube with blood. Counseling of transfusion, blood and hematologic diseases and pathology like anemias, cell cancer, hemophilia
Ilustrasi. Dinas Kesehatan Karo mengungkap hasil EEG siswi yang diduga hilang ingatan akibat keracunan. Hasilnya normal. (iStock/Shidlovski)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan Karo membeberkan hasil pemeriksaan Electroencephalography (EEG) dari rumah sakit yang menangani siswi diduga hilang ingatan akibat keracunan MBG.

Hasil EEG menyatakan saraf otak korban berada pada batas normal.

"Hasil pemeriksaan yang disampaikan tim yang menangani di rumah sakit bahwa untuk pemeriksaan Electroencephalography atau EEG dan dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali di rumah sakit yang berbeda diperoleh hasil bahwa secara konsisten aktivitas listrik saraf otak pasien dalam batas normal," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Karo Mardin Purba dikutip dari detikNews, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun, pemeriksaan Electroencephalography (EEG) merupakan pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik di otak. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan pola aktivitas otak untuk mendiagnosis dan memantau berbagai kondisi neurologis.

Menurut Mardin, pemeriksaan terhadap siswi yang bernama Febiona Purba masih dilakukan dan terus dipantau lantaran masih adanya keluhan yang dialami.

"Kemudian karena masih ada keluhan pada anak kita ini, maka tim memutuskan untuk terus melanjutkan atau belum menghentikan proses penanganan medis dan akan terus mendalaminya secara cermat," kata Mardin.

Di sisi lain, ibu korban yang bernama Elvinus Lusiana Sitanggang (49) justru mengatakan sebaliknya. Ia mengaku tidak menerima hasil EEG secara fisik dan hanya disampaikan secara pembicaraan.

"Kami sudah minta hasil EEG, tapi enggak dikasih, cuma dicakapkan (dibicarakan) saja katanya hasilnya normal, cuma dikasih rontgen paru-paru," ujar Elvinu.

Elvinus juga merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan EEG dari rumah sakit. Ia bahkan berencana menjalani pengobatan alternatif untuk anaknya.

"Kata dokternya enggak ada penyakitnya. Tapi masa bisa anakku seperti itu, pikirku. Jadi aku enggak puaslah sama hasil yang di-apakan dokter. Tapi kan kata dokter, sewaktu nanti dia kejang-dia kan ada waktunya observasi di rumah-sewaktu dia nanti pas kejang di rumah, diambil video, kata dokternya. Jadi biar tahu dokternya memberikan obat," kata Elvinus.

Hingga kini, kata Elvinus, kondisi anaknya masih mengalami muntah-muntah pasca kejadian. Sementara untuk kejang-kejang, anaknya sudah diberikan obat.

"Febi masih muntah, kemarin masih kejang, tapi sudah dikasih obat anti kejang," kata Elvinus.

Febiona Purba (16), siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), kini menjalani pemeriksaan lanjutan di RSUP H Adam Malik Medan setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Febiona awalnya mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya pada 13 Agustus. Namun, kondisi yang dialaminya kini semakin parah. Keluarga mengaku Febiona mengalami gangguan ingatan hingga kesulitan berbicara.

Humas RSUP H Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona telah tiga kali datang untuk menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Meski begitu hingga saat ini, Rosario menegaskan tim medis belum dapat menyampaikan diagnosis maupun memastikan penyebab gangguan yang dialami Febiona.

"Saat ini dokter yang menangani masih belum bisa memberikan keterangan karena proses pemeriksaan masih berjalan," katanya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut), Hamid Rijal Lubis mengaku belum menerima laporan resmi dari RSUP H Adam Malik mengenai kondisi terbaru Febiona, termasuk dugaan gangguan ingatan yang dialaminya.

Hamid karenanya tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan dari tim medis yang menangani Febiona.

"Nanti kita cek dulu ke tim medis Rumah Sakit Adam Malik. Sampai sejauh ini belum ada secara resmi ya, tertulis disampaikan kepada kami tentang isu yang disebutkan itu," katanya.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan kondisi Febiona saat ini masih dalam pemantauan tim medis. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui kondisi fisiknya, tetapi juga untuk memastikan apakah gangguan yang dialami berkaitan dengan saraf atau faktor lainnya.

Menurut Bobby, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan tindak lanjut dari tim medis. Hal itu diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami Febiona.

"Nanti gangguan di sini perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya, pemeriksaan dari medisnya, apakah memang pengaruh dari otonomnya atau sarafnya atau yang lainnya," ucapnya.

Baca selengkapnya di sini.

(knf/isn)
placeholder