Update Operasi SAR Pencarian Rombongan Jurnalis Peliput Anak Krakatau

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 07:46 WIB
Basarnas melanjutkan pencarian jurnalis dan awak speedboat yang hilang di Selat Sunda.
Personel Basarnas yang terlibat tim SAR gabungan pencarian kapal cepat berisi rombongan jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas kembali melanjutkan pencarian rombongan jurnalis beserta awak kapal cepat alias speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/9) pagi.

"Basarnas beserta unsur di lapangan akan mengoptimalkan seluruh kekuatan yang ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/9).

Edy mengatakan operasi pencarian pada Kamis pagi ini menerapkan strategi yang difokuskan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau yang tetap menyesuaikan arus, pergeseran ombak, dan arah angin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya speedboat yang membawa lima jurnalis foto dan video berbagai media massa itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam pelayarannya, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Speed boat tersebut total membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal dikabarkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Lima jurnalis tersebut adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (pewarta lepas/freelance).

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah update terbaru terkait proses pencarian tersebut, sebagai berikut:

Area pencarian diperluas

Pada hari kedua pencarian atau Rabu kemarin, tim SAR gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area.

"Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat SRU untuk memperluas cakupan area pencarian," kata Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto dalam keterangannya kemarin.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM. Lalu, SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

Operasi SAR hari kedua ini juga melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan untuk membantu proses pencarian.

Tim SAR dan Polda Lampung ikut terjun

Tim Basarnas Lampung ikut turun membantu pencarian keliima jurnalis tersebut. Mereka berangkat dari wilayahnya, menyusuri jalur dan pulau-pulau kecil menuju Gunung Anak Krakatau.

"Untuk pencarian kita perluas, karena hasil Map SAR kita itu mengarah ke barat daya dari Gunung Anak Krakatau, sehingga untuk total luas pencarian kita 271 nautical mill (NM)," ucap Rizky.

Selain itu, Polda Lampung juga ikut mengerahkan kapal patroli untuk membantu proses pencarian. Pengerahan kapal tersebut untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat.

"Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi," kata Direktur Polisi Air dan Udara Polda Lampung, Kombes Erick Sartani Marbun dalam keterangan tertulis.

Bantuan 3 kapal perang

Unsur SAR gabungan bukan cuma dari Basarnas, kepolisian, dan relawan. TNI Angkatan Laut (AL) pun turut mengerahkan tiga kapal perang untuk membantu pencarian lima jurnalis serta tiga awak kapal speedboat tersebut.

Adapun kapal yang dikerahkan yakni Kapal Republik Indonesia (KRI) Leuser-924, Kapal Republik Indonesia (KRI) Kerambit-627, dan Kapal Republik Indonesia (KRI) Lepu-861.

"Dalam upaya pencarian tersebut, unsur Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten juga mengerahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I.3-64 dan Rigid Hulled Inflatable-Boat (RHIB) Peucang untuk melaksanakan penyisiran di sejumlah sektor perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan jurnalis tersebut," kata TNI AL dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, TNI AL (Lanal) Lampung juga menyediakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Siaga guna dukung penyisiran area hilangnya korban juga sekaligus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pengerahan kapal-kapal ini diharapkan mampu memperkuat operasi pencarian serta memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda.

Gunung Anak Krakatau masih erupsi

Di tengah proses pencarian, Gunung Anak Krakatau (GAK) terpantau kembali erupsi dengan mengeluarkan material abu vulkanik yang cukup tebal.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan erupsi terjadi saat tim Search and Rescue Unit (SRU) 1 sedang melakukan proses pencarian menggunakan KN SAR Tetuka 247 sekitar pukul 13.31 WIB.

Al Amrad menegaskan proses pencarian lima jurnalis tersebut tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan personel. Pencarian terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

"Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan," kata Al Amrad dalam keterangan tertulis.

Pencarian ke Pulau Sertung

Istri dari Bagus Khoirunnas pewarta foto Antara, Desi, mengaku sempat mendapat informasi bahwa rombongan suaminya berencana ke Pulau Sertung. Oleh karena itu, dia  meminta tim SAR melakukan pencarian di Pulau Sertung.

Sebagai informasi, Pulau Sertung terletak di sebelah barat Pulau Anak Krakatau. Pulau ini termasuk ke dalam perairan Selat Sunda.

"Saya dapat informasi dari yang mengarahkan dia, untuk yang mengasih informasi bahwa adanya kapal yang bisa menyeberang, itu kan dia nanya 'bisa enggak berhenti di Sertung, turun di Sertung bisa enggak'. Saya dari informasi itu sih yang feeling saya yang harus dicari itu ya ke Sertung itu," ujar Desi di Pandeglang kemarin.

Terkait hal ini, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan akan mempertimbangkan informasi tersebut lantaran lokasinya yang dekat dengan titik erupsi. Sebab, kata Al Amrad, tim SAR juga perlu memerhatikan keamanan.

"Kami tidak berani juga terlalu merapat ke situ dan karena informasi dari rekan kami di lapangan menyatakan bahwa memang pada saat itu masih erupsi. Nah, dan itu kan sudah ada memang peringatan yang tidak bisa kita ini, Pak. Paling tidak safety juga yang harus kita pikirkan jadi seperti itu," ujarnya.

Pencarian via udara belum bisa dilakukan

Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pencarian melalui udara hingga Rabu kemarin belum dapat dilakukan lantatan cuaca kurang mendukung.

"Tim SAR Banten sampaikan bahwa kondisi hari ini belum memungkinkan untuk menggunakan fasilitas dari udara, namun sudah dicoba menggunakan drone," kata dia di Pandeglang kemarin.

Andra mengatakan proses pencarian juga terkendala angin kencang. Oleh karena itu, proses pencarian akan dimaksimalkan pada Kamis pagi ini.

(dis/kid)
placeholder