Harap-harap Cemas Istri Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 07:11 WIB
Harap-harap Cemas Istri Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Para istri dari dua jurnalis yang menjadi bagian dari rombongan penumpang speedboat yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menyampaikan cerita terkait komunikasi terakhir mereka. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para istri dari dua jurnalis yang menjadi bagian dari rombongan penumpang speedboat yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda menyampaikan cerita terkait komunikasi terakhir mereka.

Astrid, istri dari jurnalis Anadolu Firdaus Wajidi, mengungkap suaminya sempat memastikan terlebih dahulu terkait keamanan perjalanan liputan.

"Dia Minggu malam sudah di Carita wawancara gubernur, kan. Terus malamnya udah info mau nyeberang. Saya bilang kalau riskan dan berisiko tidak usah. Terus dia bilang saya akan coba tanya-tanya dulu di sekitar sini aman gak untuk nyeberang" ujar Astrid kepada koresponden CNNIndonesia TV, di Pandeglang, Banten, Rabu (9/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Astrid menyatakan bahwa ia masih menerima pesan dari suaminya sebelum keberangkatan. Namun, hingga sekarang pesan darinya masih belum dibaca oleh Firdaus.

"Terakhir kontak jam dua kurang sebelum berangkat. Sebelum nyeberang, dia masih ngabarin dia persiapan nyeberang. Saya jawab jam 14.38 sudah centang satu sampai sekarang," ujarnya.

Astrid juga cerita telah memberitahukan keadaan yang menimpa sang suami kepada ketiga anaknya.

"Saya nyerahin ke kakak ipar, nanti kakak ipar yang nunggu di sini yang nginap di sini kakak ipar. Saya pulang karena anak-anak tiga saya tinggal di rumah, sama orang tua di rumah. Dan anak anak udah tau keadaannya, saya mau gak mau cerita," ujarnya

Sementara itu, istri dari pewarta foto ANTARA M Bagus Khoirunnas, Desi menyebut bahwa suaminya juga sempat mengabari terkait liputan ke Gunung Anak Krakatau.

"Ya, dia juga bilang juga sih ke saya. Bilang tuh hari Seninnya mau berangkat, mau liputan ke Gunung Anak Krakatau, kata dia, bilang begitu," ujar Desi, Rabu (9/9).

Sambil menunggu kabar di Pandeglang, Banten, Desi berharap suaminya serta seluruh penumpang dan awak kapal dapat kembali dengan selamat.

"Harapannya, pasti saya pengennya suami saya, teman-temannya, semuanya, kru kapal, bisa ditemukan dengan selamat, sehat, utuh semuanya tanpa kurang apa pun," katanya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan upaya pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten.

Sebanyak lima jurnalis beserta dua awak kapal dan satu pemandu dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis dilaporkan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Awak kapal yang hilang terdiri dari Warta (55) dan Surakman (60). Selain itu, Heriyanto (49) selaku pemandu juga berada di speedboat tersebut.

Sementara itu, lima jurnalis yang menjadi bagian dari rombongan adalah M Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (pewarta lepas/freelance).

Sejak itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

(mou/fra)
placeholder