Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Bisa Lewat Udara

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 22:30 WIB
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rab
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa pencarian melalui udara rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Banten belum dapat dilakukan karena cuaca kurang mendukung. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa pencarian melalui udara rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Banten belum dapat dilakukan karena cuaca kurang mendukung.

"Tim SAR Banten sampaikan bahwa kondisi hari ini belum memungkinkan untuk menggunakan fasilitas dari udara, namun sudah dicoba menggunakan drone," ujar Andra di Pandeglang, Banten, Rabu (9/9) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andra juga menyebutkan bahwa proses pencarian terkendala angin kencang sehingga proses pencarian akan dimaksimalkan di pagi hari.

"Sehingga dalam analisa atau evaluasi yang dilakukan oleh tim SAR selama dua hari ini, proses pencarian ini akan dimaksimalkan pada pagi hari karena memerlukan waktu untuk sampai ke lokasi dan bisa memaksimalkan waktu," jelasnya.

Sebelumnya, Desi, istri dari pewarta foto ANTARA M. Bagus Khoirunnas yang merupakan salah satu korban, meminta kepada Gubernur Banten Andra Soni untuk adanya pencarian melalui udara.

"Saya juga memohon untuk pencarian udara itu dilakukan, pak, saya mohon dilakukan," kata Desi.

Pewarta foto ANTARA M. Bagus Khoirunnas merupakan satu dari lima jurnalis yang menjadi bagian dari rombongan ini. Empat jurnalis lainnya adalah Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (pewarta lepas/freelance).

Kelima jurnalis beserta tiga awak kapal hilang kontak sejak Senin (7/9) sore di perairan Selat Sunda. Mereka dilaporkan sedang dalam perjalanan menggunakan speedboat untuk meliput Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah upaya telah dilakukan dalam proses pencarian rombongan tersebut. Salah satunya adalah pengiriman tiga kapal perang oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk membantu penyisiran.

(mou/fra)
placeholder