Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memastikan tidak akan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski banyak kasus keracunan yang menimpa para pelajar.
Bobby menilai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG harus menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan, bukan alasan untuk menghentikan program tersebut.
"Perbaikan, perbaikan itu kata kuncinya," kata Bobby Nasution di Medan, Selasa (8/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bobby yang harus dilakukan adalah terus memperbaiki programnya. Dengan begitu ke depannya tak ada lagi korban keracunan.
"Yang kita dukung perbaikan MBG-nya, perbaikan penyalurannya, perbaikan mekanismenya," ujarnya.
Bobby mengatakan kebutuhan terhadap program MBG masih cukup besar, terutama di sejumlah daerah yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah.
"Karena di sebagian daerah, tentu masih ada yang membutuhkan MBG, tapi harus penyalurannya dan menunya juga harus baik, tanpa ada korban-korban jiwa lagi," ujarnya.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang turut melaporkan kasus tersebut.
Salah satu siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Febiona Purba (16) disebut mengalami gangguan ingatan setelah keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.
Lihat Juga : |
Keluarga Febiona menyebut gangguan yang dialaminya kini semakin parah. Selain mengalami masalah pada ingatan, Febiona juga disebut mengalami kesulitan berbicara.
(fnr/fra)

