Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo Fredy Alex Damanik menegaskan bahwa pihaknya tak pernah mendeklarasikan pembentukan poros Solo sebagai kekuatan politik baru untuk pemilu dan Pilpres 2029.
Pernyataan itu disampaikan Fredy merespons Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia yang menyebut Projo dan Jokowi sebagai salah satu poros politik yang mulai memasang kuda-kuda untuk Pilpres 2029.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Projo tidak pernah mendeklarasikan Poros Solo maupun membangun koalisi Pilpres 2029," kata Alex saat dihubungi, Selasa (8/9).
Fredy menghargai pandangan Doli. Namun, dia menilai, kesiapan menghadapi dinamika, bukan berarti otomatis membentuk poros.
Menurut Fredy, Projo hanya menjalankan kewajiban berorganisasi untuk membaca situasi, mengkaji berbagai kemungkinan, dan menyiapkan diri.
"Membaca politik bukan berarti mendeklarasikan poros. Organisasi politik yang tidak bersiap sejak dini justru sedang tidur," katanya.
Fredy menegaskan pihaknya menghormati semua partai dan tokoh yang mulai menghitung Pilpres 2029. Namun, dia mewanti-wanti agar langkah itu tak mengganggu fokus pemerintahan Prabowo-Gibran dan mengorbankan kepentingan rakyat.
Projo, imbuhnya, siap menghadapi setiap kemungkinan politik, namun tetap memberi prioritas menjaga kesinambungan pembangunan, demokrasi, persatuan bangsa, dan kepentingan rakyat.
"Kami tidak sedang terburu-buru menuju 2029. Kami hanya memastikan ketika waktunya tiba, Projo sudah siap," kata Fredy.
Doli sebelumnya menduga dua poros kekuatan politik telah memasang 'kuda-kuda' persiapan untuk pemilihan presiden (pilpres) mendatang.
Doli menyoroti pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada peringatan HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9), yang dinilai sebagai gesture poros politik Cikeas untuk maju di pilpres.
Sebelumnya, pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi yang sempat ramai di media sosial, juga dinilai Doli sebagai sinyal kesiapan poros politik Solo menghadapi pilpres.
"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu poros politik (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi poros politik (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat," kata Doli saat dihubungi, Selasa (7/9).

