Asap Karhutla Mulai Selimuti Padanglawas hingga Labuhanbatu Sumut

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 23:15 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan menunggu di gerbang tol Palembang Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Palembang-Prabumulih yang tertutup kabut asap di Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (6/9/2026). PT Hutama Karya (Persero)
Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) mendeteksi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) pada Senin (7/9). Ilustrasi (Antara Foto/Nova Wahyudi)
Medan, CNN Indonesia --

Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) mendeteksi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatra Utara (Sumut) pada Senin (7/9).

Prakirawan BBMKG Wilayah 1, Ilham Haris Batubara mengatakan berdasarkan citra satelit dari sebaran asap per pukul 16.00 WIB terpantau asap sudah memasuki wilayah Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebaran asap terpantau terutama di bagian selatan Sumatera Utara, dimana terlihat arah angin bertiup ke arah barat laut. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah yang mengalami karhutla terbawa masuk ke Sumatera Utara," ujarnya kepada CNN Indonesia.

Ilham menyebutkan berdasarkan pemantauan BBMKG, kabut asap telah terdeteksi di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Padanglawas, Padanglawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Mandailing Natal.

"Pergerakan asap masih berpotensi meluas mengikuti arah angin. Dari pantauan citra satelit kabut asap berpotensi meyebar ke arah barat laut Sumatera Utara seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan dan sekitarnya," ujarnya.

Ilham menjelaskan, kabut asap yang memasuki Sumut diperkirakan merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera. Kondisi ini dapat berubah mengikuti perkembangan titik panas, arah, serta kecepatan angin.

BBMKG pun mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika asap semakin pekat.

"Apabila kondisi udara semakin berasap, gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, tutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke dalam rumah, serta ikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait," jelasnya.

(fnr/fra)
placeholder