Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Gunung Ijen

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 04:30 WIB
Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melepaskan 'water bombing' untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut di Jalan Palem Raya KM 27 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (1/8). Titik api di kawasan Sumse
Ilustrasi. Helikopter water bombing dipindahkan dari Gunung Semeru ke Gunung Ijen untuk pemadaman kebakaran. (ANTARA FOTO/Feny Selly)
Surabaya, CNN Indonesia --

Helikopter water bombing yang sebelumnya dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Semeru kini digeser ke kawasan Gunung Ijen.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan pengalihan ini dilakukan usai operasi pemadaman di karhutla Semeru resmi ditutup.

"Ijen mengalami kebakaran dan kami mengirimkan helikopter water bombing setelah adanya surat permohonan dari BKSDA dan juga surat tanggap darurat Bupati Banyuwangi," kata Gatot, Senin (7/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga, kata Gatot, helikopter water bombing yang tadinya melakukan pemadaman di kawasan Semeru digeser ke Banyuwangi dan beroperasi melalui Bondowoso, untuk pemadaman di Ijen, Minggu (6/9).

Pada Minggu (6/9) kemarin, Gatot mengatakan, helikopter telah melakukan dua kali sortie water bombing dengan kapasitas masing-masing 1 ton air.

Namun, Gatot menambahkan, pada Senin ini water bombing untuk sementara dihentikan karena helikopter menjalani perawatan rutin, dan akan kembali beroperasi pada Selasa (8/9).

"Khusus hari Senin seperti biasanya, helikopter mendapatkan perawatan rutin sehingga pada hari Senin ini tidak dilakukan water bombing. Water bombing akan dilakukan kembali pada hari Selasa," katanya.

Hingga saat ini, luas area terdampak kebakaran di Ijen tercatat 20 hektare, namun data tersebut belum diperbarui karena pemetaan ulang belum bisa dilakukan.

"Hingga hari ini data masih tetap, daerah yang mengalami dampak kebakaran sebanyak 20 hektar. Ini belum bisa berkembang datanya karena memang belum dilakukan pemetaan kembali," ujarnya.

Ia menjelaskan, medan di Ijen yang berupa tebing curam dengan angin kencang menyulitkan tim darat maupun operasional helikopter saat water bombing.

"Ini juga yang mempengaruhi kesulitan tim darat untuk melakukan pemadaman serta terganggunya operasional helikopter pada saat water bombing, karena cuacanya sering berubah dan anginnya kencang," katanya.

Fokus penanganan saat ini terpusat di dua titik, yakni Gunung Merapi Ungup-ungup, Taman Sari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dan Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.

"Ada dua fokus wilayah yang ditangani, yaitu di Gunung Merapi Ungup-ungup, Taman Sari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dan Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso," kata Gatot.

(frd/isn)
placeholder