Tujuh bandara kembali memperpanjang waktu penutupan operasional akibat abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau yang terjadi Minggu (6/9).
Dilansir dari akun media sosial resmi Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama @otbansatu dan Kementerian Perhubungan @kemenhub151 pada Senin (7/9) dini hari, terdapat tujuh bandara yang memperpanjang masa henti operasi.
"Tujuh Bandar Udara di Wilayah Kerja Kantor Otban I yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami penghentian operasional hingga pukul 08.59 WIB," tulis takarir unggahan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut update status operasional tujuh bandara yang diperpanjang penutupannya per Senin (7/9) pukul 00.00 WIB:
Soekarno-Hatta, CGK (07 September 2026 NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
Radin Inten II, TKG (07 September 2026 NOTAM B1141/26 NOTAMR B1133/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
Halim Perdana Kusuma, HLP (07 September 2026 NOTAM A3369/26 NOTAMR A3354/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
Hussein Sastranegara, BDO (07 September 2026 NOTAM C1102/26 NOTAMR C1098/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
Budiarto, RTO (07 September 2026 NOTAM C1101/26 NOTAMR C1097/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
Pondok Cabe, PCB (07 September 2026 NOTAM C1104/26 NOTAMR C1095/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
M. Taufik Kiemas, TFY (07 September 2026 NOTAM C1103/26 NOTAMR C1096/26 Berlaku s.d 08.59 WIB)
Para pengguna jasa juga penerbangan diminta memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.
Imbas penutupan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyatakan telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk pendaratan maskapai yang terdampak penutupan bandara-bandara tersebut.
Tiga bandara alternatif yang disiapkan yakni Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat; Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah; dan Bandar Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
(nva/nva)