KLH Cek Kualitas Udara Imbas Erupsi Anak Krakatau, Ini Hasilnya

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 04:00 WIB
ementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9).Berdasarkan pemantauan KLH, kualitas u
KLH memantau kualitas udara di Banten, DKI Jakarta, dan Lampung pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau. (CNN Indonesia/ Dodi Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9).

Berdasarkan pemantauan KLH, kualitas udara di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat secara umum berada pada kategori baik hingga sedang.

Plt Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Noer Adi Wardoyo, mengatakan tim teknis diterjunkan untuk memantau kualitas udara ambien, termasuk parameter PM2.5, PM10, serta konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KLH atau BPLH menurunkan tim teknis untuk memantau kualitas udara ambien (PM2.5, PM10), konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2), serta kualitas air laut di pesisir Banten dan Lampung," kata Noer Adi.

Berdasarkan hasil pemantauan per 6 September 2026, sejumlah wilayah di Banten masuk kategori sedang. Di antaranya Serang Sumurpecung dengan nilai ISPU 85, Tangerang Pasir Jaya 65, Tangerang Selatan Serpong 78, serta Cilegon Pulomerak 63.

Sementara itu, Jakarta GBK tercatat memiliki nilai ISPU 64 dan Kabupaten Bogor Leuwiliang 83. Adapun Kabupaten Bekasi Sukamahi masuk kategori baik dengan nilai ISPU 39.

Berbeda dengan wilayah tersebut, kualitas udara di sejumlah daerah Sumatera bagian selatan tercatat lebih tinggi. Parameter kritis yang dominan adalah PM2.5.

"Kategori tidak sehat, yakni Kabupaten Lahat (112), Kabupaten Musi Rawas (165), Kota Prabumulih (139), Kabupaten Musi Banyuasin Serasan Jaya (128), Kabupaten Tebo (169), Jambi Paal Lima (166), dan Kabupaten Tanjabtim Muara Sabak (114)," ujarnya.

Untuk kategori sedang, tercatat di Muara Enim dengan nilai ISPU 81, Bengkulu Singaran Pati 61, dan Bandar Lampung Talang 57. Sementara Lampung Selatan Way Urang masuk kategori baik dengan nilai ISPU 30.

Meski demikian, KLH masih melakukan kajian untuk memastikan hubungan langsung antara peningkatan partikulat dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kami juga masih memperdalam hubungan langsung peningkatan partikulat dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang memerlukan kajian teknis lebih lanjut," kata Noer Adi.

KLH juga memperkuat koordinasi dengan BMKG, Badan Geologi atau PVMBG, BNPB, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memastikan langkah mitigasi dilakukan secara terpadu.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila diperlukan.

(dod/isn)
placeholder