Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada Sabtu (5/9) pukul 00.01 WIB.
Berdasarkan catatan dari Magma Indonesia milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), ini merupakan aktivitas vulkanik terbaru Gunung Anak Krakatau.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Sabtu, 05 September 2026, pukul 00:01 WIB," tulis laporan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung."
Dalam lanjutan keterangan di situs yang sama direkomendasikan agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radus 3 kilometer dari kawah aktif.
Magma juga mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9).
Pada Jumat pagi terjadi erupsi pukul 04.28 WIB. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 31 detik.
Kemudian erupsi kembali terjadi pada pukul 05.46 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau lebih kurang 457 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 27 detik.
Aktivitas vulkanik kembali tercatat pada Jumat malam selepas pukul 22.00 WIB.
(nva/mik)