Dapur SPPG di Toraja Dihentikan Sementara Usai 160 Siswa Keracunan

CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2026 17:48 WIB
Dapur SPPG di Toraja Dihentikan Sementara Usai 160 Siswa Keracunan
Ilustrasi. Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (CNN Indonesia/ Farid).
Makassar, CNN Indonesia --

Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan 01 Makale yang menyebabkan 160 siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan kesehatan setelah diduga menyantap makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan sanksi pemberhentian beroperasi sementara.

"Iya, sudah diberikan sanksi dengan pemberhentian untuk sementara," kata Sekretaris Daerah TanaToraja sekaligus Ketua Satgas MBG, Rudy Andi Lolo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan pemberhentian sementara tersebut berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota DPRD dan Satgas MBG serta sejumlah instansi terkait usai kejadian dugaan keracunan MBG terhadap para siswa SMP di Kabupaten TanaToraja.

"Keputusan itu hasil RDP dengan DPRD bahwa SPPG yang melanggar tersebut suspend alias diberhentikan sementara waktu," jelasnya.

Rudy menerangkan bahwa SPPG tersebut melayani 2.210 penerima manfaat yang terdiri dari 4 Taman Kanak-kanak (TK), 4 SD, 2 SMP yakni, SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale serta dua posyandu.

"Data terakhir hari ini, masih ada 55 yang dirawat di rumah sakit, 7 dalam bentuk observasi, sementara yang lainnya rawat jalan," ungkapnya.

Rudy menjelaskan bahwa kejadian dugaan keracunan MBG ini, Rabu (2/9). Namun, ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan pada Kamis (3/9), sehingga insiden ini tidak terjadi pada saat semua siswa menerima makanan MBG.

"Permasalahan ini harus ada solusinya dan harus ada efek yang harus kita putuskan bersama, yang membuat efek jerah terhadap orang yang mencoba-coba mempermainkan program ini," pungkasnya.

(mir/ugo)
placeholder