Permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memberikan perlindungan bagi bumi nusantara dari bencana berkepanjangan, termasuk kebakaran hingga gempa yang mematikan menggema di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Doa itu dipanjatkan saat pembukaan acara Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan yang digelar di Kota Minyak itu, Kamis (9/2) malam.
"Wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kami mengangkat kedua tangan kami, menundukkan hati kami, memohon keagungan-Mu ya Allah. Himpunlah kami dalam lindungan-Mu, anugerahkan segala berkah dan perlindungan dari tanah Kalimantan dan seluruh pelosok negeri kami Indonesia," demikian doa yang dibacakan Kepala Kantor Kemenag Kota Balikpapan Masrivani dalam pembukaan acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lindungilah bumi nusantara ini dari bencana, musibah dan kemalangan. Jadikanlah hutan, sungai serta tanahnya sebagai sumber keberkahan dan kedamaian, bukan bencana yang berkepanjangan," sambungnya.
Secara khusuk, Masrivani juga memohon kepada Yang Maha Berkuasa untuk melindungi rakyat Indonesia dari musibah dan melimpahkan kedamaian.
"Jauhkanlah kami dari musibah banjir, kebakaran, gempa dan segala mara bahaya yang tak sanggup kami menuliskannya. Ya Allah ya Salam, limpahkanlah kedamaian, keselamatan dan ketentraman bagi seluruh rakyat Indonesia," kata dia.
"Satukanlah hati kami untuk saling membantu, menguatkan dan menjaga bumi nusantara ini dengan penuh rasa tanggung jawab," sambungnya.
Dalam kegiatan itu terlihat pula dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.
Ajang penghargaan Pemda Berprestasi ini merupakan apresiasi Kementerian Dalam Negeri untuk pemerintah daerah yang menjalankan program dan melayani rakyat dengan maksimal.
Kemendagri menunjuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai penyelenggara. Rektor IPDN Halilul Khairi dan Wakil Bidang Administrasi Arief M Edie juga hadir dalam acara malam ini di Balikapapan.
Sebelum acara berlangsung, Halilul mengatakan pemberian penghargaan itu berdasarkan fakta dan capaian dari pemerintah daerah.
"Dengan pemilihan penghargaan ini, mungkin bisa mereka gunakan untuk menyampaikan kepada rakyat bahwa saya sudah melakukan sesuatu dan saya sudah mendapatkan penghargaan," ujar Halilul pada Rabu (2/9), usai meninjau lokasi acara.
Meski demikian, dia menekankan bahwa apresiasi tersebut seharusnya menjadi pemicu bagi Pemda yang meraih penghargaan untuk melakukan yang terbaik, bukan merasa cukup atau final.
Dalam apresiasi ini, akan ada 32 daerah yang bakal menerima penghargaan tersebut untuk berbagai kategori.
Kategori ini mencakup pengelolaan sampah dan lingkungan, akses dan kualitas layanan kesehatan, serta akses penduduk terhadap layanan pendidikan.
