Kasus ISPA di Natuna Meningkat Imbas Asap Karhutla

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 13:30 WIB
Nelayan Natuna Kepulauan Riau berdekatan dengan Pulau Kalimantan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Nelayan menyebut, mereka pergi melaut sekitar tiga mil menuju laut mencari ikan, Pulau Natuna sudah tertutup kabut asap dan tidak
Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) meningkat imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan, Kamis (3/9). (CNN Indonesia/ Arpandi)
Batam, CNN Indonesia --

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) meningkat imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan, Kamis (3/9).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Imam Syafari mencatat 251 kasus yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir akibat kiriman asap dari Kalimantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut unit fasilitas pelayanan kesehatan dan per Puskesmas ada beberapa terjadi peningkatan," kata Imam saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Kamis (3/9).

Lebih lanjut, saat ditanya apakah ada siswa juga terkena penyakit ISPA akibat asap Karhutla dari Kalimantan, dia belum bisa menyampaikan secara rinci lantaran masih melakukan pemeriksaan di setiap per wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Dia menambahkan, dari kasus penyakit ISPA pada minggu 33 - 34 di Kabupaten Natuna sempat terjadi penurunan dari 251 kasus menjadi 225 kasus, namun menurut unit fasilitas pelayanan kesehatan dan per Puskesmas ada beberapa terjadi peningkatan.

"Kita mau tarik data dulu per wilayah puskesmas ya," ujarnya.

Berikut kasus ISPA yang terjadi di Kabupaten Natuna dari Dinas Kesehatan:

1. Puskesmas Kelarik 9 kasus menjadi 17 kasus
2. Puskesmas Pulau Tiga 2 kasus menjadi 6 kasus
3. Puskesmas Tanjung 10 kasus menjadi 11 kasus
4. Puskesmas Bunguran Tengah 23 kasus menjadi 30 kasus
5. Puskesmas Bunguran Selatan 26 kasus menjadi 30 kasus
6. Puskesmas Serasan 20 kasus menjadi 23 kasus dan
7. Puskesmas Suak Midai nol kasus menjadi 4 kasus

(arp/fra)
placeholder