Cekcok Maut Juru Parkir Vs Polisi di Palu, Aipda AA Tembakkan 7 Peluru

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 21:16 WIB
Juru parkir di Palu tewas ditembak Propam Polda setelah cekcok. Sebelum menembak, pelaku polisi disebut kena parang yang membuat jari tangan kirinya putus.
Ilustrasi. Seorang juru parkir di Palu tewas ditembak anggota Propam Polda setelah cekcok. (Istock/sandsun)
Makassar, CNN Indonesia --

Seorang juru parkir minimarket di Palu, Sulawesi Tengah tewas ditembak anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah, Aipda AA, usai cekcok masalah parkir.

Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby mengatakan Aipda AA melepaskan tembakan antara tujuh hingga delapan peluru ke juru parkir yang diketahui bernama Dedi.

"Peluru yang keluar dari senjata AA, sekitar 7 atau 8 butir. Tapi, kita belum dapat pastikan jumlah luka yang dialami korban hingga meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis," katanya, Jumat (28/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini bermula saat Aipda AA datang menggunakan Toyota Avanza putih dan berhenti di sekitar warung makan Gorontalo untuk berbelanja di salah satu minimarket, Kamis (27/8) malam.

Saat Aipda AA berjalan ke kendaraannya, kemudian didatangi oleh tukang parkir, Dedi.

Namun, tiba-tiba terjadi cekcok hingga berujung pada perkelahian. Dedi mengeluarkan senjata tajam jenis parang lalu menyerang Aipda AA, tapi serangan itu ditangkisnya hingga anggota Propam tersebut mengalami luka tangan kanan dan jari tangan kirinya putus.

"Dalam keadaan terdesak, Aipda AA mengeluarkan senjata apinya dan melepaskan Setu tembakan peringatan. Tapi, Dedi masih mengejar, sehingga Aipda AA melepaskan sejumlah tembakan ke arah Dedi," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin dalam keterangannya.

Tak hanya Dedi, kata Achmad, salah seorang warga inisial MA dilarikan ke rumah sakit setelah diduga peluru nyasar dari tembakan senjata Aipda AA ketika mengintip saat berada di tempat jahit sepatu yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Saat mengintip dari jendela, dia kemudian menyadari terdapat luka pada bagian leher kanan yang diduga akibat terkena peluru nyasar," jelasnya.

Akibat kejadian itu, ada tiga korban yang dibawa ke rumah sakit berbeda di Kota Palu untuk mendapatkan penanganan medis, dimana kata Achmad Aipda AA dibawa ke RS Bhayangkara Palu. Sementara, Dedi dan MA dibawa ke RS Tingkat III Dr Shindu Trisno.

"Namun, Dedi meninggal dunia setelah dirujuk ke RSUD Anutapura Palu," ujarnya.

Achmad mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian itu.

"Petugas telah memasang garis polisi di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.

Atas kejadian tersebut, Aipda AA akan menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tengah. Polisi memastikan jika dalam penyidikan yang dilakukan pihak Propam ditemukan ada unsur kelalaian, Aipda AA akan diberikan diberikan sanksi tegas.

"Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur penggunaan senjata api, Propam Polda yang akan memprosesnya," ungkapnya.

(mir/isn)
placeholder