Gurauan Gus Hasib: Muktamar ke-38 NU 'Muktamarnya Prabowo'

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 17:20 WIB
Ketua Majelis Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib saat memberikan sambutan di arena muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambak Rejo, Jombang, Kamis (27/8).
Ketua Majelis Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Majelis Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, KH Mohammad Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib, menyoroti keistimewaan Muktamar ke-38 Nahdlatul Ulama.

Gus Hasib secara khusus mengaitkan pelaksanaan muktamar tersebut dengan sosok Presiden Prabowo Subianto melalui perhitungan angka atau tanggal pelaksanaan.

"Bapak Prabowo hadir di Tambak Besar itu pada tanggal 27. 2 tambah 7 = 9. Itu bintangnya NU. 8 itu Agustus dan 2026. Ya, Agustus itu 8. 2+6 = 8. Jadi, muktamar ini muktamarnya Pak Prabowo. Karena tanggal 8. Ini angkanya Bapak Prabowo, ya. Alhamdulillah. Jadi, ini istimewa," kata Gus Hasib saat memberikan sambutannya, di arena muktamar Lapangan Untung Suropati, Tambak Rejo, Jombang, Kamis (27/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan setengah berseloroh, Gus Hasib menyebut perumusan angka yang disampaikannya tersebut merupakan kebiasaan masyarakat di lingkungan Tambak Beras.

"Ini bahasa Tambak Beras itu ilmu otak-atik, nah. Jadi, ini. Demikianlah saya rasa," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hasib juga mewakili keluarga besar pesantren Tambak Beras untuk menyambut kedatangan Prabowo. Kehadiran pemimpin negara ini dinilai sangat spesial bagi para ulama dan keluarga besar pondok pesantren.

"Kami dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum ingin menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden dalam Muktamar ke-38 di Pondok Pesantren Tebuireng. Untuk sekian kalinya ini kedatangan Bapak Presiden yang keempat. Ahlan wa sahlan di Tebuireng," tuturnya.

Selain itu, Gus Hasib mengenang sosok Hadratussyaikh KH Wahab Chasbullah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Pesantren Tambak Beras. Tokoh itu dinilai sebagai tokoh yang berhasil menanamkan semangat nasionalisme di kalangan warga NU.

"Oleh karena itu, samping beliau inspirator pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok ulama dan ulama nasionalis, cinta tanah air, bahkan mengeluarkan lagu atau Mars," ucapnya.

Gus Hasib kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai ajaran pendahulu NU. Ia menekankan kecintaan terhadap negara membuat organisasi Islam tersebut selalu menyatu dengan perjalanan bangsa Indonesia.

"Dan yang terakhir, bahwa doktrin Bapak Wahab kepada putra-putri dan semua warga NU, ya. Bahwa negara dan Islam, negara dan NU ini enggak bisa dipisahkan. Karena bagaikan uang logam yang tidak bisa dipisahkan antara dua sisi. Ini Mbah Wahab," kata Gus Hasib.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan alasan utama mengapa NU konsisten memberikan dukungan kepada pemerintah sejak era awal kemerdekaan hingga pemerintahan saat ini. Ia menyebut hal itu didasarkan pada tuntunan ajaran agama dalam menjaga sinergi yang baik antara pemuka agama dan pemimpin pemerintahan.

"Oleh karena itu, Pak Prabowo jadi NU benar-benar cinta tanah air, benar-benar mendukung pemerintahan dari mulai Pak Pak Karno sampai ke Bapak ini. Bukan karena apa-apa, karena ini adalah anjuran Nabi Muhammad," ucap Gus Hasib.

(frd/har)
placeholder