BNPB Ungkap Jumlah Total Pengungsi Korban Gempa NTT 179.037 Jiwa

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 18:04 WIB
BNPB Ungkap Jumlah Total Pengungsi Korban Gempa NTT 179.037 Jiwa
Ilustrasi. Gempa NTT. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan jumlah pengungsi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 6.094 jiwa, sehingga total pengungsi saat ini menjadi 179.037 orang.

"Tercatat sebenarnya lebih 6.094 yang pulang. Jadi ada yang pulang, ada yang datang. Tapi berkurang jadinya menjadi 6.094 jiwa. Nah, ini pulang sebenarnya ke rumah dengan kesediaan mereka masing-masing. Mereka tidak dipaksa," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengutip Antara, Rabu (26/8).

Dia menyebutkan bahwa para warga harus memastikan rumahnya kuat dan kondisi gempa bumi saat ini tidak seperti minggu lalu. Dia pun berharap ke depannya gempa susulan yang dirasakan hanya sekitar di bawah 3 SR, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap infrastruktur dan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah tentu BNPB tidak memulangkan begitu saja. BNPB juga memberikan perlengkapan atau makanan sehingga pada saat pulang ke rumah mereka dapat menikmati, tetap menikmati apa yang mereka nikmati di tempat pengungsi," katanya.

Dia menyebutkan, saat ini sudah dilakukan pendataan rumah-rumah rusak, dan data tersebut akan menjadi dasar keputusan bagi kepala daerah untuk tindak lanjut.

"Atas kategori tersebut, tentu kami dari BNPB juga akan melakukan treatment yang berbeda. Kalau rusak berat biasanya akan dilakukan dengan penggantian rumah, apakah di lokasi atau di lokasi yang berbeda, kami belum dapat informasi, nanti pemerintah daerah tentu akan menyampaikan," katanya.

Kemudian, katanya, untuk kerusakan ringan, akan diberikan biaya untuk perbaikan sebesar Rp15 juta, untuk kerusakan sedang sebesar Rp30 juta.

Terkait gempa susulan, dia menyebutkan bahwa hingga saat ini sejak terjadinya gempa, sudah ada 7.492 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar M6,2 dan terkecil 1. Sebanyak 143 di antaranya terasa.

"Gempa susulan ini diperkirakan akan berlangsung sampai 3-4 minggu, sejak gempa pertama kita alami. Semoga nanti gempa-gempa susulan ini semakin kecil, semakin tidak dirasakan, dan warga juga sudah akan mulai merasakan lebih tenang dan tidak menimbulkan kepanikan lagi," katanya.

Berton mengatakan, pada 26 Agustus pos pendukung logistik nasional di Bandara Halim Perdanakusuma sudah menerima sebanyak 127 ton bantuan, dan menyalurkan 121 ton bantuan ke warga NTT.

Secara total, pos pendukung logistik nasional yang ada di Halim Perdana Kusuma sudah mengirimkan 1.682 ton logistik. Dan ini dengan rincian tentu seperti yang kami sampaikan, untuk Labuan Bajo telah menerima 1.112 ton, sedangkan Maumere sebesar 570 ton.

(tim/dal)
placeholder