Wacana Pembangunan Kereta Gantung di Puncak Bogor Kembali Mencuat

CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 11:00 WIB
Foto udara kepadatan kendaraan di Jalan Raya Puncak, Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Berdasarkan data Unit Satlantas Polres Bogor, dari pukul 00.00 WIB  hingga pukul 10.00 WIB tercatat sekitar 10.000 kendaraan melintas b
Pembangunan kereta gantung di Puncak Bogor masih dalam pengkajian. (ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wacana pembangunan kereta gantung untuk mengurangi kemacetan di kawasan wisata Puncak Bogor kembali diungkap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

"Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak merupakan salah satu alternatif pengembangan transportasi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di jalur Puncak," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dikutip dari detikcom, Senin (24/8).

Ajat menyebut kereta gantung tersebut nantinya akan terintegrasi dengan bus listrik yang sedang diwacanakan untuk diaktifkan dengan rute Stadion Pakansari-Puncak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsep kereta gantung nantinya diarahkan untuk menghubungkan sejumlah titik strategis di kawasan Puncak. Dengan begitu, masyarakat maupun wisatawan memiliki pilihan moda transportasi selain kendaraan pribadi," ucap Ajat.

Selain sebagai sarana transportasi, kereta gantung juga bisa memberikan dampak terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Puncak.

"Selain fungsi transportasi, kereta gantung diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal, termasuk UMKM dan destinasi wisata di kawasan Puncak," ucap Ajat.

Lalu, kapan pembangunan kereta gantung akan dimulai?

Ajat mengatakan rencana pembangunan kereta gantung di Puncak Bogor masih dalam tahap pengkajian. Pihaknya perlu memastikan pembangunan kereta gantung memenuhi aspek teknis dan tata kelola sebelum berjalan.

"Kajian tersebut antara lain mencakup trase, kapasitas angkutan, aspek keselamatan, dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, kebutuhan lahan, integrasi dengan moda transportasi lain hingga kelayakan investasi," ucapnya.

Lengkapnya baca di sini.

(tim/har)
placeholder