Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Galang Donasi hingga 25 Agustus

CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 14:47 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung (tengah) memberikan bantuan secara simbolis untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur.
Pemprov DKI Jakarta masih membuka donasi bagi ASN, perangkat daerah, hingga masyarakat yang ingin mengirim bantuan ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). (ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih membuka donasi bagi ASN, perangkat daerah, hingga masyarakat yang ingin mengirim bantuan ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemprov DKI pada Kamis (20/8) telah mengirim bantuan senilai Rp5,8 miliar yang terdiri dari uang tunai dan kebutuhan dasar warga.

"Ini adalah tahap awal dan Pemerintah DKI Jakarta masih membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi sampai dengan 25 Agustus 2026," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (20/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan bantuan senilai Rp5,8 miliar yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, hingga Baznas Bazis DKI Jakarta.

Beberapa BUMD yang berkontribusi adalah Bank Jakarta, PAM Jaya, Pembangunan Jaya, Transjakarta, Pasar Jaya, Jakarta Propertindo, dan sejumlah BUMD lainnya

Ia menjelaskan salah satu kontribusi berasal dari BUMD dan OPD Pemprov DKI Jakarta yang memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp1,11 miliar.

Dana tersebut menjadi bagian dari total bantuan yang disiapkan untuk membantu penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Selain bantuan tunai, BUMD juga menyumbangkan bantuan berupa 202 unit toren air. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di lokasi terdampak bencana.

Tidak hanya itu, bantuan pengiriman mobile water treatment plant (WTP) senilai Rp2,5 miliar juga disiapkan untuk mendukung penyediaan air bersih di wilayah terdampak.

"Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pangan dan non-pangan, tetapi juga bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar yang merupakan sumbangan dari BUMD dan OPD Provinsi DKI Jakarta," kata Marulitua.

Secara keseluruhan, bantuan Pemprov DKI Jakarta juga mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan darurat. BPBD DKI Jakarta menyalurkan makanan siap saji, biskuit, dan air mineral, serta berbagai kebutuhan nonpangan seperti kasur lipat, bantal, selimut, family kit, pakaian anak, terpal, dan karung.

Dinas Sosial DKI Jakarta turut menyiapkan air mineral, paket makanan anak, serta terpal atau tenda gulung. Sementara Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengirimkan sejumlah kebutuhan medis, antara lain cairan infus dan antiseptik.

Baznas Bazis DKI Jakarta juga berpartisipasi dengan menyalurkan berbagai bahan pangan, seperti sarden, kornet, biskuit bayi, bubur bayi, bubur instan, mi instan, hingga rendang.

Marulitua menuturkan, seluruh bantuan tersebut diberangkatkan melalui jalur udara dan laut agar proses distribusi ke NTT dapat berjalan efektif dan terintegrasi dengan sistem penanganan bencana nasional.

Ia menambahkan mekanisme pengiriman tersebut telah disiapkan agar penyaluran bantuan dapat terkoordinasi dengan sistem distribusi dan penanganan bencana yang dikendalikan secara nasional oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Hal ini dilakukan agar distribusi bantuan menjadi terintegrasi dengan sistem distribusi dan penanganan bencana yang telah dikoordinasikan secara nasional," kata Marulitua.

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Jumat (21/8) siang, korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 83 orang.

(yoa/har)
placeholder