BMKG: Hujan di Jakarta Kemarin Bukan karena Modifikasi Cuaca

CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 18:07 WIB
Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor Jakarta (HBKB) atau car free day (CFD) di ibu kota pada Minggu (22/2/2026). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Ilustrasi. Hujan sempat mengguyur Jakarta dan diklaim Pramono hasil modifikasi cuaca.( CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani memastikan bahwa hujan yang turun di sejumlah titik di Ibu Kota Jakarta pada Rabu (19/8) terjadi secara alamiah alias bukan karena modifikasi cuaca.

Menurut Faisal, hujan disebabkan karena pertemuan massa udara basah dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

"Kami sampaikan hujan kemarin itu secara alami Bapak Ketua. Itu ada pertemuan masa udara basah dari Samudra Hindia dan Pasifik," kata Faisal dalam rapat di Komisi V DPR, Kamis (20/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengakui ada upaya operasi modifikasi cuaca di Jakarta. Namun, proses itu dihentikan sehari sebelumnya karena melihat potensi hujan yang akan turun.

"Sehari sebelumnya untuk OMC kita hentikan sementara karena kita yakin bahwa potensi hujan dapat turun dengan sendirinya," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengklaim hujan di tengah musim kemarau di Jakarta merupakan hasil operasi modifikasi cuaca. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan ketika terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Pramono menyebut hujan sempat turun dua kali dengan jeda sekitar 30 menit. Namun, dia menilai hujan tersebut belum maksimal karena kondisi awan yang terbatas.

"Berkali-kali saya sampaikan bahwa Pemerintah DKI Jakarta ketika begitu ada awan, sekecil apa pun awan itu, akan kita buat untuk hujan buatan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta.

Sementara, Faisal mengatakan beberapa waktu ke depan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami kekeringan. Pihaknya melihat pertumbuhan awan masih minim di banyak wilayah, mulai Nusa Tenggara, Jawa, Bali, Kalimantan, Maluku hingga Papua.

Menurut Faisal, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah baru akan memasuki musim hujan pada pertengahan Oktober mendatang.

"Kalau dari prediksi BMKG Bapak Ketua mohon izin para anggota Komisi V, diperkirakan pada pertengahan Oktober musim hujan baru mulai datang Pak, pertengahan Oktober," katanya.

(thr/dal)
placeholder