Prediksi BMKG: Gempa Susulan di NTT Akan Terjadi hingga 3-4 Pekan
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan terjadi hingga 3-4 pekan ke depan. Total, BMKG mencatat ada 2.119 gempa susulan (aftershock) hingga Selasa (18/8), pasca gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT, Sabtu (15/8).
"Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan," sebut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo di atas 5 berjumlah 24 kejadian, kemudian gempa susulan yang dirasakan ada 70 kejadian.
Gempa bumi magnitudo 7 di Flores pada Sabtu (15/8) pagi hari telah berdampak tsunami di wilayah sekitarnya.
Wijayanto menjelaskan gempa jenis dangkal ini dipicu aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Berselang 2 menit setelah gempa, BMKG langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status ancaman SIAGA (0.5 - 3 meter) dan Waspada (
Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini memicu tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi, yaitu NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Gelombang tsunami paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT, pada pukul 05.03 WIB, dengan ketinggian 1,605 meter
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8) mencatat 68 korban jiwa dan 213 korban luka-luka akibat gempa bumi ini.
Dampak kerusakan juga terjadi di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka, Maumere dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.

