Mendagri Kunjungi NTT untuk Percepat Penanganan Pascagempa
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau kondisi Nusa Tenggara Timur yang diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) malam. Ia memastikan berbagai dukungan dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, serta mempercepat pemulihan wilayah.
Mendagri menyebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan dukungan anggaran daerah dalam menangani kebutuhan akibat bencana. Hal itu disampaikan Tito usai mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Dalam hal ini, pemerintah telah memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada seluruh daerah, termasuk pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin kan baru terima. Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp18,9 triliun dan saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota, se-NTT," ujar Tito kepada awak media.
Untuk memastikan anggaran digunakan secara tepat, Tito memastikan melibatkan jajaran terkait di bidang keuangan daerah.
Lebih jauh, penanganan gempa tidak hanya dilakukan melalui dukungan fiskal daerah, tetapi juga dengan pengerahan bantuan lintas kementerian/lembaga, mencakup kebutuhan logistik, kesehatan, energi, hingga pemulihan infrastruktur.
Pada saat bersamaan, pemerintah juga mempercepat pemulihan akses yang terdampak untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan atau terputus menjadi fokus penanganan.
"Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah mulai melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor. Sementara untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi," kata Tito.
Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan layanan yang dibutuhkan. Koordinasi antara pemerintah pusat, Pemda, dan kementerian/lembaga akan terus diperkuat agar penanganan di lapangan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Pada peninjauan tersebut, Tito hadir bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii.
(rea/rir)