DPR Rapat Bahas Pansus RUU Pemilu Pekan Depan
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengaku pihaknya akan segera menggelar rapat pimpinan untuk membahas rencana pembentukan panitia khusus (pansus) RUU Pemilu pekan depan.
Dasco mengatakan rapat tersebut digelar bersamaan dimulainya masa sidang DPR usai reses.
"Kami akan rapimkan dan bamuskan hari Selasa besok, nanti soal itu," ujar Dasco usai Rapat Nota Keuangan RAPBN 2027 di kompleks parlemen, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pansus adalah tim lintas komisi yang dibentuk untuk membahas agenda legislasi atau undang-undang. Pansus berbeda dengan panja yang terbatas hanya dalam satu komisi.
Pansus diperlukan karena satu undang-undang melibatkan isu yang bersentuhan dengan komisi lain.
Dasco menambahkan, semua fraksi di DPR telah bersepakat RUU Pemilu akan segera dibahas secara terbatas. Dia mengakui rencana kunjungan atau safari ke partai non parlemen untuk membahas RUU tersebut belum dilakukan selama masa reses karena kesibukan.
Selain membahas rencana pembentukan Pansus, Dasco menyebut DPR juga akan mulai membahas rencana seleksi panitia penyelenggara pemilu.
"Nah, sehingga di minggu depan itu akan mulai dilakukan, dan kita menyambut kemungkinan pansel dari KPU yang akan dimulai pada bulan Oktober," katanya.
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda sebelumnya mengaku belum mendapat lampu hijau dari pimpinan DPR untuk mulai membahas secara resmi revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
Namun, Komisi II telah melakukan ijtihad politik dengan menggelar rapat audiensi dengan para pakar dan pemerhati pemilu. Hasilnya, pihaknya telah menyusun 28 DIM RUU yang telah diserahkan ke masing-masing fraksi.
Namun, rapat-rapat dan penyusunan DIM itu di luar prosedur resmi penyusunan RUU. Sebab, pembahasan secara resmi mestinya dimulai dengan pembentukan Panja sebelum melibatkan masyarakat luas.
"Kita lakukan per dua minggu di Komisi II DPR RI agar memenuhi meaningful participation sebagaimana perintah dalam berbagai putusan MK, kami memberanikan diri menyusun daftar inventarisir masalah," katanya.