Prabowo: Indonesia Masih Butuh Tambahan 268.073 Dokter Gigi Spesialis
Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyoroti kekurangan jumlah dokter di Indonesia. Ia mengatakan hampir seluruh puskesmas di Indonesia belum dilengkapi dengan 13 jenis tenaga kesehatan yang lengkap.
"Kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita. Hampir semua Puskesmas kita belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap," kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jakarta, Jumat (14/8).
Ia menyebut masih banyak kabupaten/kota di Indonesia yang membutuhkan tambahan dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip data Kemenkes, Prabowo menyampaikan ada 474 kabupaten/kota yang membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum. Lalu, 505 kabupaten/kota membutuhkan tambahan 127.580 dokter gigi.
"Dan kabupaten/kota, 481 kabupaten/kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis," ucap dia.
Jika dijumlahkan ketiga angka di atas, maka keseluruhan kabupaten/kota sebanyak 1.460 itu membutuhkan tambahan sebanyak 268.073 dokter.
Prabowo menyebut kabupaten/kota itu umumnya terletak jauh dari ibu kota provinsi, terutama juga banyak di Indonesia bagian Timur.
Ia pun menyebut pemerintahannya tak tinggal diam, di bawah kepemimpinannya, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit.
Prabowo mengatakan langkah itu diambil guna mengejar kebutuhan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis kita.
"Kita harus memperbanyak dokter-dokter spesialis dan dokter-dokter gigi dan dokter-dokter umum kita. Karena dari kerusakan gigi bisa menghasilkan kerusakan organ-organ lain di tubuh itu," ujarnya.


