Teror Pembakaran oleh Pria Misterius Masih Terjadi di Bandung-Cimahi
Setidaknya hampir dua pekan terakhir terjadi dugaan aksi pembakaran dengan motif tak jelas dan target diduga acak oleh orang tak dikenal (OTK) di Bandung dan Cimahi, Jawa Barat (Jabar).
Sebelumnya aksi pembakaran dengan motif misterius oleh orang tak dikenal menyasar wilayah Andir, Astanaanyar di Kota Bandung hingga kota tetangga, Cimahi.
Pekan ini pelaku yang diduga orang yang sama kini beraksi di Kelurahan Cijerah, Kota Bandung. Cijerah juga dikenal sebagai salah satu kawasan perbatasan Kota Bandung dan Kota Cimahi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti peristiwa sebelum-sebelumnya, insiden terbaru terjadi pada dini hari di sebuah permukiman di Kelurahan Cijerah pada Minggu (9/8) lalu. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan gerak-gerik pelaku kini viral di media sosial.
Mengutip dari detikJabar, warga menyatakan pelaku membakar sejumlah objek mulai dari sepeda motor, jemuran pakaian, hingga penutup (cover) mobil milik penghuni setempat.
Kapolsek Bandung Kulon, Kompol Taufik, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan pendalaman intensif.
"Lagi ditindaklanjuti, kejadiannya beberapa hari yang lalu," kata Taufik, Rabu (12/8).
Dia mengonfirmasi dugaan kemiripan ciri-ciri pelaku dan modusnya dengan rentetan kasus pembakaran yang terjadi sebelumnya di wilayah lain di Bandung-Cimahi.
"Diduga terkait dengan yang Andir," kata dia.
Dia bilang personel kepolisian sudah mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lapangan, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap motif di balik aksi berantai tersebut.
Ciri-ciri pria berhoodie misterius
Aksi pembakaran misterius berulang kali terjadi di sejumlah sudut Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir itu pelakunya belum terungkap. Namun, ciri-ciri dan modus diduga sama. pria menggunakan jaket atau sweter bertudung (hoodie) hitam, membawa tas punggung atau ransel, dan dilakukan dini hari WIB.
Adapun motifnya masih misterius, karena sasarannya diduga masih acak (random). Hal lainnya adalah, titik aksinya adalah daerah di Kota Bandung dan Cimahi yang letaknya berbatasan atau tak terlalu jauh. .
Jejak aksinya pertama kali mencuat di Jalan Ria, Cimahi dan Maleber, Kecamatan Andir, Kota Bandung, pada Jumat (31/7) dan Minggu (2/8). Dua aksi itu dilakukan pada dini hari.
Aksinya pun terekam CCTV, dan api tak membesar karena keburu dimatikan warga yang melintas beberapa saat kemudian.
Di Cimahi, dalam rekaman yang viral terlihat aksi seorang pria melakukan aksi pembakaran gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang disimpan di area ruko-ruko Jalan Ria, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
Mengutip dari detikJabar, dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), aksi pembakaran itu di kota satelit Bandung itu diduga terjadi pada Jumat (31/7). Terduga pelaku pembakaran mengenakan sweater dengan tudung atau hoodie menutupi kepala sembari menggendong tas punggung atau ransel.
Sriyono (45), pemilik gerobak bakso yang dibakar pelaku mengaku perlengkapan usahanya tersebut tak mengalami kerusakan parah karena api yang membakar keburu ketahuan warga yang melintas di lokasi kejadian.
"Saya tahunya Sabtu pagi, pas mau mulai jualan. Saya juga kurang tahu kenapa sampai ada yang mau membakar gerobak saya, mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap," kata Sriyono.
Sementara itu, Agung Kurniawan, pemilik gerobak dimsum dan ayam goreng juga menceritakan hal yang sama. Ia tak tahu siapa orang yang tega membakar gerobak yang ia pakai mencari nafkah.
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan dan olah TKP terkait aksi pembakaran gerobak beberapa pedagang di kawasan Jalan Ria tersebut.
"Sudah diterima informasinya, sudah ditindaklanjuti oleh anggota dengan mengecek dan olah TKP. Kami sedang melakukan penyelidikan," kata Gofur awal pekan ini, dikutip dari detikJabar.
Di Bandung, jejak pertamanya terlihat saat membakar bendera Merah Putih yang dipasang di salah satu rumah di Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir. Daerah itu diketahui pula sebagai area perbatasan Kota Bandung dan Cimahi di sebelah barat.
Aksi yang dilakukan pada Minggu (2/8) dini hari WIB itu pun terekam kamera pengawas (CCTV), dan cuplikannya viral di media sosial. Polisi setempat pun telah turun tangan menyelidiki dugaan pembakaran tersebut.
"Kita masih lakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut," kata Kapolsek Andir Kompol Triyono Raharja, Bandung, Senin (3/8) dikutip dari detikJabar.
Dari video yang beredar, pria mengenakan hoodie berwarna hitam dan ransel berjalan di sebuah gang dan langsung melakukan pembakaran bendera yang ada di depan sebuah rumah warga. Rumah itu berada dalam gang yang lokasinya tak jauh dari Jalan Raya Bandung-Cimahi.
Namun, api tak membesar, karena berhasil dipadamkan warga yang kebetulan melintas beberapa saat kemudian.
Pemilik rumah, Mia (61), mengaku bersyukur ada warga yang melintas dan berhasil memadamkan api yang membakar bendera Merah Putih yang dipasang di depan rumahnya tersebut.
"Kalau enggak ada orang pasti [api merambat] ke rumah," ujarnya.
Dia pun mengatakan pihak kepolisian dari Polsek Andir pun sudah datang ke tempatnya untuk melakukan pemeriksaan.
Kejadian serupa juga terjadi di kawasan Karasak, Kecamatan Astanaanyar, Selasa (4/8) dini hari sekitar pukul 02.40 WIB. Daerah Astanaanyar ini adalah pusat kota Bandung yang berbatasan dengan Andir di sebelah timurnya.
OTK dengan ciri-ciri yang sama dengan TKP di Andir dan Cimahi tersebut melakukan aksi pembakaran bangunan hingga menimbulkan kebakaran. Mengutip dari detikJabar, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung pun harus turun tangan untuk menjinakkan si jago merah.
Dari rekaman CCTV yang beredar, seorang pria mengenakan hoodie hitam, masker, dan ransel tampak memantikkan api ke sebuah bangunan. Setelah pelaku meninggalkan TKP, tidak lama kemudian kobaran api muncul hingga warga berdatangan ke lokasi kejadian.
Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal mengonfirmasi soal pelaku kejahatan ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan pelaku di TKP Andir dan Cimahi. Pemilik rumah yang menjadi korban aksi pembakaran tersebut sudah melakukan pelaporan resmi ke pihak kepolisian.
Pernyataan Polrestabes Bandung
Menanggapi kejadian-kejadian itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan saat ini, penyelidikan kejadian tersebut tengah berlangsung.
"Terkait adanya kejadian kemarin ya, ada diduga pembakaran bendera ya pada dini hari, saat ini sudah dilakukan penyelidikan," kata Anton, Rabu (5/8).
Disinggung aksi pembakaran yang dilakukan pelaku, lebih dari satu kali dengan tempat yang berbeda, Anton belum dapat memastikan hal tersebut.
"Ya memang ada indikasi kemiripan dengan ada di satu TKP lainnya juga ya, di wilayah Polsek Astana Anyar juga ya yang ada kemiripan. Tapi kami lagi pastikan apakah memang sama pelakunya atau belum, atau tidak seperti itu," katanya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid)[Gambas:Video CNN]
