Darurat Karhutla, Kabut Asap Selimuti Kota Pontianak

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 08:47 WIB
Kabut asap menyelimuti Kota Pontianak akibat dari meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Ilustrasi. Kabut asap menyelimuti Kota Pontianak akibat dari meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyebabkan penurunan kualitas udara yang berbahaya bagi warga setempat. Kota Pontianak pun menetapkan status darurat karhutla.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan status darurat karhutla ditetapkan untuk memperkuat penanganan dan koordinasi lintas sektor. Pemkot Pontianak berkoordinasi dengan Pemprov Kalimantan Barat, pemerintah pusat, Forkopimda, hingga pihak swasta.

"Ini kita lakukan untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama, baik dalam pencegahan kebakaran maupun penanganan dampak kesehatan masyarakat," kata Edi, Senin (10/8), dikutip dari detikcom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asap menyelimuti Kota Pontianak terutama pada pagi dan malam hari.

"Kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak. Berdasarkan hasil pantauan alat pengukur kualitas udara Kota Pontianak yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara, kondisi udara tadi malam sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB berada dalam kategori tidak sehat," kata Edi Kamtono.

Ia menjelaskan konsentrasi partikel udara pada periode tersebut berada di atas 200 mikrogram per meter kubik, sebelum turun menjadi kategori sedang pada sekitar pukul 08.00 WIB.

Kondisi itu terjadi karena partikel asap cenderung lebih berat dan berada dekat permukaan pada malam hingga pagi hari.

"Hal ini menyebabkan kualitas udara pada malam hingga subuh hari menjadi sangat buruk, bahkan sampai dinyatakan tidak sehat," ujarnya.

Wali Kota Edi juga mengungkap ada kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sekitar 5 persen

"Untuk sementara, berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan, terjadi kenaikan sekitar lima persen. Nanti kita akan mengetahui lebih lanjut seberapa besar pengaruh kondisi ini terhadap penderita ISPA," ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan kasus ISPA tersebut berdasarkan laporan sementara Dinas Kesehatan dan masih akan dievaluasi untuk mengetahui dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat.

Dilansir dari laman resmi Pemkot Pontianak, kebakaran hutan di Kalimantan Barat tak hanya terjadi di Kota Pontianak.

Edi menyebut, berdasarkan laporan untuk wilayah Kalbar, terdapat 4.041 titik panas kebakaran. Dari jumlah itu, 3.560 titik berada pada tingkat menengah dan 352 titik pada tingkat tinggi.

Ia menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Pontianak juga dipengaruhi kebakaran lahan di sejumlah kabupaten sekitar, seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak. Arah angin membawa asap menuju Kota Pontianak sehingga kualitas udara ikut terdampak.

Di wilayah Pontianak, kata dia, masih terdapat titik api yang terus dipadamkan, di antaranya di kawasan Jalan Sepakat II Ujung serta beberapa titik kecil di Pontianak Utara.

"Ini terus kita padamkan sampai benar-benar tidak ada lagi bara di bawah," katanya.

Edi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan, lahan gambut sangat mudah terbakar saat kemarau, terlebih suhu udara dalam beberapa hari terakhir mencapai di atas 35 derajat Celsius.

"Lahan gambut kalau sudah terbakar sulit dipadamkan. Tidak cukup hanya disiram, tetapi harus benar-benar dibasahkan," tegasnya.

Pemkot Pontianak bersama pihak terkait juga melakukan investigasi terhadap lahan yang terbakar. Jika ditemukan unsur kesengajaan, pelaku pembakaran akan diproses sesuai ketentuan hukum.

"Kalau ketahuan siapa yang membakar, kita proses secara hukum. Kalau ada kebakaran, kita investigasi dengan melihat kepemilikan lahannya. Pemilik lahan harus bertanggung jawab, jangan dibiarkan," pungkasnya.

(antara/wis)


[Gambas:Video CNN]